PEMALANG, AMKMEDIANEWS.COM– Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) membuktikan keseriusannya dalam memperluas kepakan sayap di kancah internasional. Melalui perhelatan The 1st International Conference on Integrating Islamic Perspectives in Psychology, Law, and Education 2026, perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Jawa Tengah ini sukses memosisikan diri sebagai pelopor integrasi sains dan nilai-nilai keagamaan global, Sabtu (4/7/2026).

Konferensi internasional perdana yang berpusat di Kampus INSIP Pemalang tersebut menjadi tonggak sejarah baru. Forum ini tidak hanya mengumpulkan para akademisi, tetapi juga memadukan pemikiran para pembuat kebijakan nasional demi merumuskan solusi atas kompleksnya tantangan moral, sosial, dan kultural pada era disrupsi digital saat ini.
Kehadiran sejumlah tokoh besar nasional memperkuat nilai tawar agenda ini. Di antaranya adalah Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., Duta Besar RI untuk Serbia dan Montenegro, Andreano Erwin, serta Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PSPENMA) Kemenag RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag.
Komitmen Membangun Peradaban Dunia
Rektor INSIP Pemalang, Dr. Hj. Amiroh, M.Ag., dalam pidato sambutannya menggarisbawahi bahwa agenda besar ini merupakan manifestasi dari visi jangka panjang institusi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kuat kampus untuk memperkokoh kemitraan akademik di tingkat global serta meningkatkan mutu penelitian fungsional.
”Perguruan tinggi Islam memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban manusia. Integrasi perspektif Islam ke dalam rumpun ilmu psikologi, hukum, dan pendidikan menjadi jangkar penting agar kemajuan teknologi tetap berjalan selaras dengan keluhuran moralitas,” tegas Dr. Hj. Amiroh secara lugas di hadapan para delegasi.
Menurutnya, nilai universal Islam yang tepercayai sebagai rahmatan lil ‘alamin menawarkan kerangka kerja yang solid. Nilai kemanusiaan, keadilan, dan kasih sayang yang diusung diproyeksikan mampu melahirkan kajian ilmiah yang berorientasi penuh pada kemaslahatan umat manusia secara berkelanjutan.
Jaringan Akademik Lintas Benua
Bobot akademis dari konvensi ini kian berkelas dengan hadirnya barisan pembicara kunci internasional dari tiga benua berbeda. Di antaranya adalah Prof. Dr. Wan Khairul Aiman Wan Mokhtar (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia), Dr. Mohd. Ziaolhaq Qazizada (University of Wollongong, Australia), dan Dr. Enver ef. Omerovic (University of Novi Pazar, Serbia).
Khazanah pemikiran dalam forum ilmiah ini semakin lengkap dengan adanya paparan dari pakar internal INSIP Pemalang, Hj. Srifariyati, S.Ag., M.Si., bersama rektor PTKIS nasional, Pizaro Ghozali. Sinergi gagasan lintas negara ini diharapkan mampu memicu lahirnya pemikiran kritis yang segar dan konstruktif.
Dukungan Lintas Sektor di Jawa Tengah
Lompatan besar yang dilakukan oleh INSIP Pemalang ini menuai apresiasi luas dari pemerintah daerah. Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Pemalang, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh internasionalisasi institusi pendidikan setempat demi mendongkrak indeks pembangunan manusia.
Acara yang berlangsung semarak ini turut dikawal dan dihadiri oleh Ketua Peradi Kabupaten Pemalang, Misbahul Munir, perwakilan Polres Pemalang, utusan dari berbagai perguruan tinggi mitra, serta ratusan dosen dan mahasiswa yang antusias mengikuti jalannya simposium.
Sebagai langkah nyata pascakonferensi, INSIP Pemalang siap mengakselerasi program kerja sama internasional jangka panjang. Beberapa program prioritas yang segera digulirkan meliputi riset kolaboratif transnasional, penerbitan jurnal bereputasi global, hingga program pertukaran dosen dan mahasiswa antarnegara.*( Joko Longkeyang).















