banner 728x250

Lampaui Batas! Jateng Kini Miliki Asrama Atlet Difabel Tercanggih dan Terpadu di RI

  • Bagikan

AMKMedianews.com,,KARANGANYAR – Jawa Tengah kembali membuktikan diri sebagai “rumah” yang ramah dan suportif bagi para penyandang disabilitas. Bertempat di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi meresmikan asrama atlet milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026).

​Fasilitas hunian mandiri ini bukan sekadar bangunan biasa. Keberadaannya menempatkan NPCI Jateng sebagai satu-satunya organisasi tingkat provinsi di Indonesia yang memiliki asrama khusus atlet paralimpik sendiri. Fasilitas ini menjadi simbol martabat dan harapan baru bagi putra-putri terbaik daerah.

​Motivasi “Gedung Baru, Juara Baru”

​Dalam prosesi peresmian tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi memberikan pesan mendalam kepada para atlet yang hadir. Ia ingin fasilitas ini menjadi titik tolak lahirnya rekor-rekor dunia baru.

​“Gedungnya sudah baru, prestasinya harus jauh lebih hebat lagi. Jadikan tempat ini sebagai kawah candradimuka untuk terus melampaui limit yang ada,” tegas sosok yang akrab disapa Bapak Disabilitas Jawa Tengah ini.

​Bukan tanpa alasan Jateng begitu totalitas. Pada ASEAN Para Games 2025 saja, atlet-atlet dari Bumi Sukowati dan sekitarnya ini sukses memborong 44 emas, 33 perak, dan 39 perunggu. Perolehan ini menyumbang hampir sepertiga kekuatan medali Indonesia di kancah Asia Tenggara.

​Totalitas Pemerintah: Bonus Rp10 Miliar Cair

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya memberikan fasilitas bangunan, tetapi juga memastikan kesejahteraan para pejuang olahraga ini terjamin. Dana tali asih senilai lebih dari Rp10 miliar telah disiapkan untuk para atlet dan pelatih berprestasi.

​Untuk tahap awal, dana sebesar Rp4,4 miliar sudah mulai diserahkan kepada para pahlawan olahraga. Sisanya akan segera dituntaskan melalui mekanisme APBD Perubahan tahun ini.

​“Saya selalu merinding melihat perjuangan kawan-kawan. Itulah mengapa, komitmen kami adalah terus ‘ngopeni’ (merawat) mereka, baik secara fasilitas maupun kesejahteraan,” tambah Luthfi.

​Kisah Haru dari Atas Podium

​Eliana, salah satu srikandi angkat besi kelas 41 kilogram yang sukses meraih emas, mengaku tak menyangka atas perhatian besar yang ia terima. Selain fasilitas asrama yang nyaman, ia juga menerima apresiasi dana senilai Rp90 juta.

​“Bagi kami, ini bukan sekadar uang, tapi bukti bahwa pemerintah menganggap kami setara. Kami semakin bersemangat untuk berlatih dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia di masa depan,” tutur Eliana.

​Dengan adanya asrama baru di Karanganyar ini, Jawa Tengah kini siap menatap panggung dunia dengan persiapan yang lebih matang, sistematis, dan bermartabat.**( Joko Longkeyang).

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *