banner 728x250

Ahmad Luthfi Jadikan Pancasila “Tameng” Utama di Jateng

  • Bagikan

AMKMedianews.com, SEMARANG – Ketegangan geopolitik dunia dan potensi gesekan sosial di tingkat lokal memicu perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ideologi Pancasila bukan sekadar simbol historis, melainkan instrumen hidup yang ampuh untuk meredam konflik sekaligus menggerakkan kesejahteraan rakyat.

​Penegasan ini disampaikan oleh Ahmad Luthfi saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur pada Senin (1/6/2026). Menurutnya, fondasi kebangsaan yang dirumuskan para leluhur bangsa harus terus dihidupkan di tengah keberagaman masyarakat Jawa Tengah.​”Fondasi berpikir dari para founding fathers kita sudah jelas: Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Ini yang wajib kita dengungkan terus-menerus kepada masyarakat,” tegas Ahmad Luthfi.

​Ia menambahkan, dinamika seberat apa pun—baik itu konflik komunal, benturan horizontal, hingga imbas politik internasional—akan selalu menemukan titik terang jika dikembalikan pada esensi nilai-nilai dasar negara. Pancasila terbukti menjadi perekat yang menyatukan perbedaan suku, ras, dan bahasa di wilayahnya.

​Nyata untuk Rakyat: Deretan Program yang Disorot

​Agar tidak menjadi wacana di atas kertas, Pemprov Jateng di bawah komando Ahmad Luthfi dan Taj Yasin menerjemahkan sila keadilan sosial ke dalam kebijakan anggaran dan program kerja pengetasan kemiskinan. Kebijakan ini menyasar pemenuhan hak dasar kelompok masyarakat terkecil, buruh, hingga petani dan nelayan.

​Beberapa program strategis yang kini berjalan masif di Jawa Tengah meliputi:

​1. Jaring Pengaman Sosial: Program 1 KK 1 Rumah Layak Huni, layanan kesehatan paripurna gratis untuk warga kurang mampu, serta fasilitas daycare (penitipan anak) bagi kaum buruh.

​2. Penyokong Produktivitas Warga: Subsidi bahan bakar solar untuk nelayan, kemudahan penebusan pupuk bagi petani, serta program pelestarian pesisir Mageri Segoro.

​3. Akses Layanan & Kepemudaan: Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke daerah terpencil, optimalisasi Kecamatan Berdaya, gerakan Pesantren Obah, hingga fasilitas Kartu Zilenial.

​Sentilan Keras BPIP untuk Kepala Daerah

​Peringatan tahun ini mengusung tema universal: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Melalui amanat tertulis yang dibacakan dalam upacara tersebut, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menitipkan pesan tajam kepada para menteri dan kepala daerah di seluruh Indonesia.

​BPIP mengingatkan agar para pembuat kebijakan tidak melahirkan aturan yang mengesampingkan rasa keadilan di masyarakat. “Kepada para menteri dan kepala daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” cetus Yudian dalam amanat tertulisnya.*( AJS).

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *