banner 728x250

Dugaan Makanan MBG Tidak Layak Konsumsi, Sejumlah Sekolah di Simpur Tolak dan Kembalikan Paket Makanan

  • Bagikan

SIMPUR|amkmedianws.com– Sejumlah sekolah di wilayah desa Simpur dilaporkan menolak dan mengembalikan paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul dugaan makanan tidak layak konsumsi pada distribusi terbaru. 30/07/2026.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan, termasuk muntah-muntah, setelah mengonsumsi makanan MBG. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi di SD Negeri 4 Gunungjaya.

Sementara itu, pihak SD Negeri 4 Simpur dikabarkan mengembalikan paket makanan MBG ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena sebagian makanan dinilai tidak layak konsumsi. Informasi serupa juga datang dari TK Pertiwi Simpur yang disebut menolak paket makanan yang dikirimkan.

Dalam tangkapan layar pesan yang beredar, pihak sekolah menyampaikan bahwa paket makanan dikembalikan karena sebagian makanan tidak layak dikonsumsi.

“Untuk SDN 4 Simpur, kami kembalikan sebab sebagian tidak layak konsumsi. Jadi untuk hari ini anak-anak tidak ada MBG,” tulis pesan tersebut.

Selain itu, di SD Negeri 1 Simpur dilaporkan terdapat sejumlah paket makanan yang dibuang karena diduga sudah basi atau tidak layak dikonsumsi.

Saat dikonfirmasi, PIC Dapur MBG Simpur, Caswadi, membenarkan adanya permasalahan pada distribusi makanan hari itu. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, masalah diduga berasal dari pasokan ayam dari pihak supplier.

“Memang dari supplier ayamnya bermasalah,” ujar Caswadi saat dikonfirmasi.

Caswadi juga mengakui dirinya tidak selalu berada di lokasi dapur setiap hari. Ia mengatakan kunjungannya ke dapur tidak memiliki jadwal tetap dan terkadang dilakukan setiap dua minggu sekali hingga sebulan sekali.

Meski demikian, ia berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut agar tidak terulang kembali.

“Kami akan evaluasi dan terus memperbaiki kualitasnya,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keluhan pada sejumlah siswa tersebut.

Insiden ini menambah perhatian terhadap pentingnya pengawasan mutu bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Dalam beberapa kasus di daerah lain, makanan MBG yang diduga basi atau tidak layak konsumsi juga pernah memicu keluhan mual dan muntah pada siswa sehingga distribusi makanan dihentikan sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

(Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak SPPG, Dinas Pendidikan setempat, dan pihak supplier terkait untuk memperoleh keterangan berimbang.)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *