banner 728x250

UMKM Jateng Tembus Pasar Global, Ekspor Produk Lokal Capai Rp10,1 Miliar

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Jawa Tengah (Jateng) kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, secara langsung melepas ekspor berbagai komoditas UMKM senilai Rp10,1 miliar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pada Sabtu, 29 November 2025.
Pelepasan ekspor ini diselenggarakan berkat kerja sama dan pembinaan dari Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Komoditas yang berhasil menembus pasar global sangat beragam. Di antaranya adalah sarang burung walet, ikan pari, keripik udang, kopi, cincau, dan kapulaga. Seluruh produk unggulan ini merupakan hasil jerih payah para petani dan pelaku UMKM yang terorganisasi dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Jawa Tengah.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Ia memberikan dukungan penuh Pemprov Jateng untuk pengembangan sektor ini.“Produk unggulan Jawa Tengah banyak sekali. Jangan berpikir ekspor itu hanya untuk perusahaan besar. UMKM kita boleh dan mampu melakukan ekspor,” tegas Ahmad Luthfi.

Menurutnya, Pemprov Jateng memberikan ruang selebar-lebarnya bagi UMKM untuk naik kelas, salah satunya melalui pendampingan karantina.

Ketua Barantin, Sahat, menjelaskan bahwa lembaganya kini tidak hanya fokus pada proses sertifikasi, tetapi juga mendampingi UMKM agar produk mereka memenuhi standar ketat ekspor.“Yang kita dorong adalah ekspor UMKM. Banyak komoditas yang sangat dibutuhkan negara tujuan, tetapi harus dengan syarat tertentu,” jelas Sahat. Pendampingan ini menjadi kunci sukses UMKM dalam menyiapkan produk berdaya saing global.

Gubernur Luthfi juga menyinggung pentingnya kondisi keamanan yang kondusif bagi investasi dan ekspor. Berkat iklim yang kondusif, pertumbuhan ekonomi Jateng pada Triwulan III 2025 mencapai 5,37 persen (year-on-year), angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,04 persen.

Barantin mencatat, hingga November 2025, nilai ekspor Jateng sudah mencapai Rp18,2 triliun dengan 24.935 sertifikasi karantina. Mereka menargetkan nilai ekspor dapat tembus Rp20 triliun pada 2026.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Haris, menekankan perlunya menghilangkan anggapan bahwa proses ekspor itu rumit.“Banyak warga yang ingin ekspor tetapi takut duluan karena merasa prosesnya ribet. Ini salah persepsi. Karantina dan Bea Cukai harus mendekat ke masyarakat,” tutupnya.( Rangga Firrera).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *