banner 728x250

Strategi “Gandeng Tangan” Ahmad Luthfi, Jaga Investasi Lewat May Day Damai

  • Bagikan

AMKMedianews.com, Semarang – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya sinergi antara kaum pekerja dan pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan iklim investasi di Jawa Tengah tetap stabil di tengah dinamika ekonomi global.

​Dalam keterangannya usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jateng, Kamis (30/4/2026), Luthfi mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan menjaga stabilitas daerah terletak pada komunikasi yang terbuka dan jujur dengan para buruh.

​Keamanan Sebagai Magnet Investasi

​Bagi Gubernur, ketertiban selama peringatan May Day bukan sekadar masalah keamanan, melainkan pesan kuat kepada para investor bahwa Jawa Tengah adalah wilayah yang aman untuk berbisnis.​”Kami tidak hanya berkoordinasi, tapi merangkul. Teman-teman pekerja adalah mitra strategis. Jika situasi kondusif, kepercayaan investor meningkat, dan ujungnya adalah kesejahteraan buruh juga,” papar Ahmad Luthfi.

​Kesepakatan Damai di Berbagai Wilayah

​Berdasarkan hasil dialog bersama 78 serikat pekerja beberapa waktu lalu, telah disepakati komitmen bersama untuk menjaga suasana damai. Peringatan May Day tahun ini didorong untuk dilaksanakan di masing-masing daerah tanpa aksi yang mengganggu ketertiban umum.

​Luthfi juga mengingatkan para buruh agar selalu waspada terhadap perkembangan ekonomi dunia. “Mari kita rapatkan barisan. Dinamika global harus kita hadapi dengan bergandengan tangan, bukan dengan perpecahan,” tegasnya.

​Dari Jalan Sehat hingga Sarasehan

​Pemerintah Provinsi melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng juga telah menyiapkan rangkaian kegiatan menarik. Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, menyebutkan bahwa fokus tahun ini adalah kegiatan yang bersifat konstruktif.​”Instruksi dari pusat sudah jelas. Di daerah masing-masing, May Day akan diwarnai dengan kegiatan positif seperti sarasehan, dialog dua arah, hingga jalan sehat bersama. Ini adalah pesta para pekerja,” pungkas Aziz.

​Dengan pendekatan yang lebih humanis ini, Jawa Tengah optimistis peringatan Hari Buruh 2026 akan menjadi pilar penguat hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.**( Ahmad Joko).

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *