AMKMedianews.com, JOMBANG – Sebuah pemandangan luar biasa terlihat di sepanjang jalur Bangkalan hingga Jombang. Ribuan anak muda dari berbagai latar belakang mengikuti aksi “Ziarah Akbar & SEPEDA” (Satukan Energi Pemuda Indonesia). Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Harlah ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang bertujuan menghubungkan generasi masa kini dengan sejarah luhur para ulama Nusantara.
Ajang gowes ini menempuh jarak fantastis, yakni 123 kilometer, dengan melintasi enam kabupaten/kota di Jawa Timur. Tidak hanya kader berseragam Ansor, acara ini juga diramaikan oleh berbagai komunitas sepeda dan organisasi pemuda lintas agama.
Misi Spiritual di Atas Pedal
Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang olahraga fisik. Ada nilai sejarah besar yang ingin dibangkitkan, terutama mengenai peran heroik Kiai As’ad Syamsul Arifin.”Kami ingin menghidupkan kembali semangat tawadu Kiai As’ad saat membawa pesan dari Syaikhona Cholil Bangkalan untuk KH Hasyim Asy’ari. Itu adalah momen krusial berdirinya Nahdlatul Ulama,” ungkap Addin saat memberikan keterangan di titik finis, Jombang.
Menurut Addin, keteladanan ini penting bagi anak muda untuk membuktikan bahwa rasa hormat kepada guru dan keyakinan yang kuat mampu mewujudkan perubahan besar bagi bangsa.
Simbol Toleransi dan Kolaborasi
Menariknya, gowes ini juga menjadi potret nyata keberagaman Indonesia. Salah satu momen hangat terjadi ketika para peserta dipersilakan beristirahat di halaman gereja oleh komunitas lintas iman di titik pemberhentian.
Selain itu, kegiatan ini terbukti menggerakkan roda ekonomi bawah melalui:
1. Sentra UMKM: Pos istirahat ditempatkan di lokasi strategis yang memamerkan produk lokal.
2. Kuliner Tradisional: Para pesepeda disuguhi hidangan khas daerah untuk mempromosikan potensi wisata kuliner di tiap kabupaten.
Membangun Hub Masa Depan
Addin berharap setiap langkah dan kayuhan pedal ini menjadikan GP Ansor sebagai hub atau pusat pengembangan kreativitas bagi generasi Z dan milenial. Ia meyakini, jika energi kolektif anak muda disatukan melalui inovasi, Indonesia akan merasakan dampak positif yang signifikan.
Perjalanan spiritual ini dimulai dengan sowan kepada para dzuriah Syaikhona Cholil di Bangkalan dan berakhir di Makam Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Hasbullah.
Sebagai instruksi penutup, Addin mengajak seluruh kader di penjuru negeri untuk melakukan gerakan ziarah serentak. “Mari kunjungi para penyebar Islam di wilayah masing-masing, datangi makam para muassis, serta perkuat silaturahmi dengan para kiai dan pimpinan pondok pesantren,” pungkasnya.**( Joko Longkeyang).















