banner 728x250

Spirit Pangeran Purbaya: Wayang Golek Hangatkan Hari Jadi Ke-451 Pemalang

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com – Halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendadak semarak pada Selasa malam (27/1). Ribuan pasang mata terpaku pada panggung yang menyajikan kepiawaian Dalang Ki Aditya Nugraha, S.Sn., dalam memainkan lakon “Pangeran Purbaya”. Perhelatan wayang golek ini digelar bukan sekadar perayaan Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang, melainkan momentum penguatan jati diri daerah di tengah arus modernisasi.

​Hadir dalam barisan kursi kehormatan, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., bersama Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., serta jajaran Forkopimda. Kehadiran para petinggi daerah ini menjadi simbol dukungan penuh terhadap pelestarian seni adiluhung yang telah diakui dunia oleh UNESCO.

​Meski suasana pesta terasa kental, empati tetap menjadi prioritas. Mengawali sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro mengajak seluruh tamu undangan dan penonton untuk menundukkan kepala sejenak. Ia memanjatkan doa khusus bagi warga Pemalang yang saat ini tengah berjuang menghadapi musibah bencana alam di sejumlah titik.​”Di balik kemeriahan ini, hati kami tetap bersama saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Mari kita doakan agar mereka diberikan kekuatan,” ujar Bupati dengan nada haru sebelum melanjutkan pidato mengenai visi Pemalang “MULYA” (Maju, Unggul, Lestari, dan Berbudaya).

​Lakon Pangeran Purbaya yang dipentaskan malam itu bukan tanpa alasan. Tokoh tersebut memiliki akar sejarah kuat di wilayah Desa Surajaya dan Desa Penggarit. Perjalanan sang Pangeran dalam menjaga kedamaian wilayah dianggap sebagai potret kepemimpinan ideal yang relevan hingga kini.

​Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif menekankan bahwa wayang adalah instrumen ampuh dalam memupuk jiwa nasionalisme. Menurutnya, TNI mendukung penuh ruang kebudayaan sebagai benteng karakter bangsa.​”Wayang golek ini tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tapi juga menanamkan nilai kepemimpinan dan kebersamaan kepada generasi muda. Inilah kunci memperkuat persatuan kita,” tegas Dandim.

​Acara yang berlangsung dengan pengamanan ketat namun humanis ini berakhir dengan sukses. Melalui dentuman gamelan dan petuah sang dalang, masyarakat Pemalang diingatkan kembali akan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah di masa depan.( Rangga Firrera).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *