banner 728x250

Luthfi Tegaskan Buruh Jateng Bukan Alat Produksi, Tapi Penggerak Ekonomi!

  • Bagikan

AMKMedianews.com, Pemalang– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menunjukkan komitmen kuat dalam menjembatani aspirasi pekerja dengan turun langsung menemui massa aksi May Day 2026 di depan Kantor Gubernur, Jumat (1/5/2026). Tidak sekadar menyapa, Luthfi langsung membuka ruang dialog untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang mendesak.

​Kehadiran Gubernur didampingi oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

​Stabilitas Keamanan adalah Kunci

​Ahmad Luthfi mengapresiasi kedewasaan para buruh di 35 kabupaten/kota yang menggelar peringatan dengan tertib. Menurutnya, kerukunan ini menjadi sinyal positif bagi dunia investasi di Jawa Tengah.​”Rasa aman adalah modal utama kita menarik investasi. Saya berterima kasih karena kawan-kawan buruh menjaga May Day tetap kondusif,” ungkap Luthfi saat berorasi di tengah massa.

​Program Konkret: Dari Transportasi Hingga Hunian

​Gubernur menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah meringankan beban hidup buruh melalui berbagai terobosan di luar skema upah minimum. Beberapa poin krusial yang ia sampaikan meliputi: Akses Transportasi: Optimalisasi Trans Jateng untuk memangkas biaya mobilitas buruh. Fasilitas Sosial: Penyediaan daycare dan penguatan ratusan koperasi karyawan untuk menjamin harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Hunian Layak: Dorongan program perumahan khusus pekerja sebagai investasi masa depan.“Buruh adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan. Mereka adalah embrio kekuatan ekonomi kita. Satu tekad, satu tujuan: semua harus sejahtera!” seru Luthfi yang disambut sorak dukungan peserta aksi.

​Diskusi Strategis: Isu PHK dan Pendidikan

​Tak puas hanya berdialog di lapangan, Luthfi juga menerima perwakilan buruh dan mahasiswa untuk audiensi terbatas. Isu-isu sensitif seperti tuntutan kompensasi PHK, pengawasan sistem outsourcing, serta perbaikan akses jalan menuju kawasan industri menjadi bahasan utama.

​Selain itu, aspirasi mahasiswa mengenai akses pendidikan terjangkau bagi anak-anak buruh turut menjadi catatan penting pemerintah. Gubernur berjanji akan segera menginstruksikan dinas terkait untuk menindaklanjuti poin-poin tersebut melalui mekanisme problem solving yang cepat.”Kami siapkan desk tenaga kerja untuk memastikan setiap aspirasi tidak menguap begitu saja. Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan buruh harus tetap solid demi iklim kerja yang sehat,” pungkasnya.

​Aksi peringatan May Day 2026 ini pun ditutup dengan penyerahan bunga secara simbolis sebagai bentuk penghormatan Gubernur kepada para buruh yang ia sebut sebagai pahlawan ekonomi Jawa Tengah.**( Joko Longkeyang  ).

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *