banner 728x250

Pangkas Biaya Jutaan Rupiah, Pompa Tenaga Surya Jadi Senjata Baru Lawan Rob di Sayung

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Demak  – Sebuah langkah revolusioner diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani krisis rob di wilayah pesisir. Tepat pada penghujung tahun, Rabu (31/12/2025), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Inovasi ini menjadi simbol harapan baru bagi warga yang telah bertahun-tahun bergulat dengan luapan air laut. Berbeda dengan pompa biasa yang bising dan memerlukan biaya bahan bakar tinggi, PATS bekerja secara senyap dengan memanfaatkan pancaran sinar matahari sebagai sumber energi utama.

Pompa yang dibangun selama 68 hari kalender ini mengusung sistem hibrida yang cerdas. Pada siang hari, sebanyak 74 panel surya berkapasitas total 66 kilowatt peak akan menangkap cahaya matahari untuk menggerakkan mesin. Saat cuaca mendung atau malam hari, sistem secara otomatis akan beralih menggunakan daya listrik PLN tanpa perlu sakelar manual.”Kalau hanya sekadar pompa, itu baru solusi tahap pertama. Kita harus berpikir jangka panjang dengan cara-cara yang lebih berkelanjutan dan hemat energi,” tegas Ahmad Luthfi di sela peresmian.

Bupati Demak, Esti’anah, menyebut kehadiran PATS sebagai solusi konkret atas persoalan klasik biaya operasional. Selama ini, tingginya harga BBM sering kali membuat pengoperasian pompa banjir menjadi beban berat bagi anggaran daerah.

Kepala Dinas Pusdataru Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan perincian teknis bahwa dua unit pompa yang terpasang mampu membuang air dengan kapasitas 125 liter per detik.”Sangat efisien. Jika menggunakan BBM, biaya operasional bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Dengan sistem tenaga surya ini, beban tersebut nyaris hilang. Estimasi biaya listrik cadangan hanya sekitar Rp1,5 juta per bulan,” ungkap Henggar.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menjadikan PATS Sayung sebagai model yang akan direplikasi di wilayah lain. Tidak hanya terbatas pada pengendalian rob, teknologi energi terbarukan ini diproyeksikan untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, hingga fasilitas perkantoran.

Di balik deretan panel surya yang berdiri tegak di Sayung, tersimpan pesan kuat: menghadapi tantangan alam tak selalu membutuhkan biaya mahal, melainkan kecerdasan dalam berkolaborasi dan keberanian untuk mengadopsi teknologi masa depan.( Rangga Firrera).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *