banner 728x250

Menteri PKP Apresiasi Gubernur Ahmad Luthfi: Komunikasi Cepat, Rumah Layak Huni di Jateng Melesat

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Kudua – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi atas keberhasilan membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif dalam mempercepat program Rumah Layak Huni di wilayah Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Maruarar saat meninjau salah satu rumah bantuan program CSR PT Djarum di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pada Kamis (6/11/2025).“Saya sangat senang melihat sinergi antara Pak Gubernur dan jajarannya dengan Kementerian Perumahan. Komunikasi berjalan baik, koordinasi cepat, dan semua pihak bergerak dalam satu arah,” ujar Maruarar.

Menteri yang akrab disapa Ara itu menegaskan bahwa Gubernur Ahmad Luthfi memberikan kemudahan bagi dunia usaha yang berkomitmen mendukung pembangunan perumahan rakyat. Salah satunya dengan mempercepat proses perizinan dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor.“Kami mendapat dukungan data dari BPS, dan perizinan dibantu langsung oleh pemerintah daerah. Reputasi kerja sama seperti ini harus dijaga dan ditingkatkan,” tambahnya.

Menurut Maruarar, keterlibatan dunia usaha menjadi kunci utama percepatan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia mencontohkan sinergi yang terjalin antara pemerintah dan korporasi besar seperti PT Djarum dan Astra, yang telah membuktikan semangat gotong royong dalam pembangunan nasional.“Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha turut mengambil peran besar. Inilah wujud nyata gotong royong dalam membangun negeri,” jelasnya.

Ia menilai, kolaborasi lintas sektor yang baik di Jawa Tengah dapat menjadi contoh nasional dalam mempercepat pembangunan rumah layak huni secara merata. “Gotong royong seperti ini harus terus dijaga. Jawa Tengah telah membuktikan bahwa komunikasi yang baik menghasilkan kerja nyata bersama,” tegas Maruarar.

Program CSR PT Djarum di Jawa Tengah tahun 2025 mencakup 2.550 unit bantuan rumah dan sanitasi, dengan rincian 814 unit dalam proses dan 1.572 unit telah selesai. Targetnya, seluruh proyek rampung pada Desember 2025.

Khusus di Kabupaten Kudus, program meliputi 1.500 unit sanitasi terpadu (869 unit selesai), 300 unit rumah sederhana layak huni (222 unit selesai), serta 200 unit renovasi ringan yang terus berjalan.

Di lokasi yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa perumahan merupakan layanan dasar yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah bersama sektor pendidikan, kesehatan, sandang, dan pangan.“Rumah layak huni adalah pondasi kesejahteraan keluarga. Pemerintah wajib memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menambahkan, hingga tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah merealisasikan sekitar 150 ribu unit rumah layak huni. Pembangunan tersebut terlaksana melalui sinergi APBD provinsi, kabupaten/kota, CSR, dan APBN.“Kami menjalankan program ini secara kolaboratif. Setiap triwulan kami lakukan evaluasi bersama kabupaten/kota dan kementerian. Hasilnya, kemiskinan ekstrem turun dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen, dan pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,28 persen menjadi 5,37 persen, melampaui rerata nasional,” papar Luthfi.

Dengan komunikasi yang solid dan kerja sama yang berkesinambungan, Jawa Tengah dinilai berhasil mewujudkan semangat gotong royong dalam membangun rumah layak huni sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.**( Joko Longkeyang ).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *