AMKMedianews.com, Pemalang – Kabar pilu menyelimuti lereng Gunung Slamet. Hingga Senin (5/1/2026), keberadaan Syafiq Ridhan Ali Razan, siswa kelas 12 IPS SMAN 5 Kota Magelang yang hilang saat mendaki, masih menjadi tanda tanya besar. Memasuki hari ketujuh, tim gabungan secara resmi mengakhiri operasi SAR aktif dan mengubah status menjadi pemantauan.
Misi kemanusiaan yang berpusat di Pos Pendakian Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah ini telah melibatkan ratusan personel. Namun, tantangan alam di jalur pendakian tertinggi di Jawa Tengah tersebut belum memberikan petunjuk pasti mengenai posisi remaja yang akrab disapa Syafiq tersebut.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, S.H., mengungkapkan rasa simpati yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menyebut bahwa seluruh tim, mulai dari Basarnas yang dikomandani oleh Andika hingga para relawan lokal, telah bekerja habis-habisan melampaui batas lelah.”Upaya lahiriah telah maksimal kita lakukan. Kini, kami mengajak masyarakat untuk mengetuk pintu langit. Semoga ada mukjizat dan pertolongan dari Allah SWT agar saudara Syafiq bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Sutrisno dengan penuh harap via whatsapp nya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Pemalang, Magelang, serta Persatuan Pos Pendakian Lingkar Slamet yang telah bersinergi memberikan tenaga dan pikiran selama tujuh hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmal, mengonfirmasi bahwa keputusan penghentian operasi aktif ini diambil setelah melakukan mediasi dengan pihak keluarga korban.”Berdasarkan laporan Basarnas pada Minggu siang, selama enam hari penyisiran intensif tidak ditemukan tanda-tanda atau jejak fisik korban. Sesuai SOP operasi selama tujuh hari, maka terhitung hari ini, Senin, 5 Januari 2026, operasi SAR resmi berakhir dan beralih ke tahap pemantauan,” jelas Agus Ikmal melalui pesan singkat.
Meski pencarian masif mereda, doa dari warganet dan masyarakat luas terus mengalir deras di jagat maya dengan tagar #GunungSlamet, berharap Syafiq segera ditemukan dan kembali ke pelukan keluarga tercinta.( Joko Longkeyang)

















