banner 728x250

Dihadiri PCNU Pemalang, Pelantikan NU Mejagong Teguhkan Sinergi Ulama dan Masyarakat

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

Pemalang|amkmedianews.com-Pelantikan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Mejagong, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, masa khidmat 2026–2031 M, berlangsung lancar, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.

Momentum estafet kepemimpinan ini menjadi penanda kesinambungan perjuangan jam’iyah dalam mengokohkan peran keagamaan, sosial, dan kebangsaan di tingkat desa.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pemalang, KH. Chusnan Tafsir, S.Pd.I., beserta jajaran pengurus cabang. Turut hadir jajaran MWCNU Randudongkal, yakni Drs. Kyai Kukuh Lodaya selaku Ketua Tanfidziyah serta KH. Fathul Munir Al Hafidz sebagai Rois Syuriah MWCNU Randudongkal. Kehadiran para ulama dan struktur kepengurusan di atasnya menegaskan bahwa Ranting Mejagong bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan simpul strategis pergerakan NU di akar rumput.
Soliditas warga jam’iyah terlihat dari kehadiran seluruh Badan Otonom (Banom) NU Mejagong—Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU, dan IPPNU—yang memenuhi lokasi acara dengan penuh antusias. Tak hanya itu, jajaran Pemerintah Desa Mejagong, para Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat se-Desa Mejagong turut memberikan dukungan moral dan doa, menandakan sinergi yang harmonis antara ulama, umara, dan masyarakat.

Pengamanan dan pengawalan kegiatan berlangsung tertib hingga akhir acara. Satu pleton pasukan Perjuangan Walisongo Indonesia – Laskar Sabilillah (PWI-LS) dengan atribut khas serba hitam bersinergi bersama Banser menjaga jalannya prosesi pelantikan. Kehadiran mereka memperlihatkan komitmen bersama dalam memastikan kegiatan keagamaan dan organisasi berjalan aman, tertib, dan bermartabat.

Dalam prosesi pelantikan tersebut, Kyai Maulana Irham Dimyati Al-Hafidz resmi dikukuhkan sebagai Rois Syuriah NU Ranting Mejagong masa khidmat 2026–2031 M, sementara Kyai Muslikh Nawawi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidziyah. Bersama jajaran pengurus dan lembaga-lembaga di tingkat ranting, keduanya diharapkan mampu menggerakkan roda organisasi secara lebih progresif, responsif terhadap kebutuhan umat, serta tetap berpegang teguh pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam sambutannya, KH. Chusnan Tafsir menegaskan agar seluruh pengurus tidak ragu berkhidmat di NU. Ia mengingatkan bahwa pengabdian di tubuh jam’iyah adalah jalan perjuangan yang sarat nilai keberkahan. “Teruslah semangat melayani umat dan kaum di Ranting NU Mejagong. InsyaAllah, keberkahan itu tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi mengalir hingga akhirat,” pesannya dengan nada tegas namun penuh kehangatan.
Estafet kepengurusan dari periode sebelumnya ke masa khidmat yang baru ini diharapkan menjadi energi pembaruan. NU Ranting Mejagong dituntut semakin berkembang, maju dalam tata kelola organisasi, kuat dalam akidah, serta aktif dalam pemberdayaan sosial-keagamaan masyarakat desa.

Dengan kebersamaan dan komitmen kolektif, NU Mejagong diyakini akan terus menjadi benteng moral, pusat dakwah, dan penggerak kemaslahatan umat di tingkat akar rumput.

Penulis: Sultan Alfat

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *