AMKMedianews.com, Pemalang — Upaya untuk membawa turun jenazah Syafiq Ridhan Ali (18), pendaki yang ditemukan tutup usia di kawasan Batu Langgar, lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, tertahan oleh cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai badai yang menyapu ketinggian gunung memaksa tim SAR gabungan menunda proses evakuasi demi keselamatan personel.
Jenazah Syafiq ditemukan di Pos 7 pada hari ke-17 operasi pencarian. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian panjang di gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut. Meski jasad korban telah dikemas dan siap dimobilisasi, kondisi alam di lapangan belum memungkinkan bagi tim untuk bergerak turun.
Penanggung jawab Basecamp Dipajaya sekaligus Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, menjelaskan bahwa posisi korban berada di titik tertinggi jalur pendakian Dipajaya. Hal ini membuat proses evakuasi memerlukan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam perjalanan kaki dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi.”Evakuasi tidak memungkinkan dilakukan hari ini karena cuaca ekstrem. Demi keselamatan tim, proses membawa turun jenazah kami lanjutkan besok pagi,” ujar Sutrisno, Rabu malam.
Berdasarkan analisis visual awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tujuh hari sebelum ditemukan. Namun, Sutrisno menekankan bahwa kepastian penyebab dan waktu kematian baru dapat ditentukan melalui pemeriksaan medis menyeluruh setibanya jenazah di kaki gunung.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika Syafiq, warga Kramat Utara, Magelang, mendaki bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tanpa bermalam.
Nahas, saat mencapai Pos 5, Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq memutuskan turun seorang diri untuk mencari bantuan bagi temannya, namun sejak saat itu ia dilaporkan hilang. Himawan sendiri berhasil ditemukan lebih dahulu dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menyatakan pihaknya telah menyiagakan ambulans dan perlengkapan pendukung di Basecamp Dipajaya. “Koordinasi dengan Dinas Kesehatan telah dilakukan untuk penanganan medis lanjutan begitu jenazah tiba di bawah,” kata Agus.
Saat ini, keluarga korban telah berada di Desa Clekatakan untuk menanti kepulangan Syafiq sebelum diberangkatkan menuju rumah duka di Magelang.( Joko Longkeyang).

















