Harianpemalang.id, Pemalang – Langkah konkret diambil Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam membenahi sistem informasi pembangunan. Melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026, Pemalang bertekad mengakhiri masalah kebijakan yang tidak tepat sasaran akibat data yang tidak akurat.
Acara peresmian ini berlangsung khidmat di Gedung Sasana Bhakti Praja pada Kamis (30/4/2026). Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta pemberian piagam penghargaan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kepada tiga wilayah pionir: Desa Banjardawa, Desa Bulakan, dan Kelurahan Bojongbata.
Investasi Data Lebih Murah daripada Perbaiki Kebijakan Salah
Dalam pidatonya, Bupati Anom menekankan bahwa tantangan terbesar daerah saat ini adalah optimalisasi data statistik dalam pengambilan keputusan. Ia mengingatkan bahwa data yang valid adalah fondasi yang tidak bisa ditawar.”Memperbaiki kesalahan kebijakan akibat data yang salah jauh lebih mahal harganya dibandingkan kita membangun basis data yang benar sejak awal,” tegas Anom Widiyantoro.
Beliau mendorong aparatur desa untuk tidak sekadar mengumpulkan data secara naratif, melainkan harus mampu menyajikannya dalam bentuk visualisasi yang komunikatif seperti tabel dan grafik agar lebih mudah dicerna oleh publik.
Lahirkan Agen Statistik di 14 Kecamatan
Program Desa Cantik tahun ini mencatatkan kemajuan signifikan dengan memperluas jangkauan ke 14 desa yang merepresentasikan seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang. Kolaborasi erat antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah menjadi kunci suksesnya literasi data di tingkat akar rumput.
Kepala BPS Kabupaten Pemalang, Teguh Iman Santoso, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan amanat undang-undang untuk menyukseskan program Satu Data Indonesia.”Kami ingin mencetak agen-agen statistik desa yang handal. Mereka akan bertugas mengelola, melakukan validasi, hingga menyebarluaskan data berkualitas sebagai motor penggerak pembangunan desa,” ungkap Teguh.
Persiapan Menuju Sensus Ekonomi 2026
Selain fokus pada tata kelola data desa, BPS juga memanfaatkan momen ini untuk menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026. Teguh mengajak seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk ikut berperan aktif, terutama dalam mendukung proses rekrutmen petugas lapangan yang transparan dan kompeten.
Melalui digitalisasi dan peningkatan kapasitas SDM, Pemalang optimis program Desa Cantik akan menjadi katalisator kemajuan ekonomi daerah yang tetap relevan di tengah dinamika global.**( Joko Longkeyang).















