banner 728x250

Cicit KH Abdul Majid Mejagong Ukir Prestasi Internasional, Ning Atqiya Raih Juara II Musabaqoh Hifdzil Qur’an Asia Tenggara di Kuala Lumpur

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal



KUALA LUMPUR|amkmedianews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda penghafal Al-Qur’an dari Indonesia. Ning Atqiya, putri dari Nyai Fadillah dan Kyai Sahal Bobotsari, berhasil meraih Juara II Musabaqoh Hifdzil Qur’an tingkat Asia Tenggara  ( MHQ ASEAN 2026) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Ajang bergengsi tersebut mempertemukan para hafidz dan hafidzah terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.


Dalam kompetisi yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat ukhuwah Islamiyah itu, Ning Atqiya tampil dengan hafalan yang kuat, tartil yang terjaga, serta ketenangan yang memukau para dewan juri. Penampilannya berhasil menempatkan dirinya sebagai peraih posisi kedua, sekaligus membawa nama baik Indonesia di panggung internasional.

Ning Atqiya diketahui berasal dari keluarga ulama yang memiliki garis sanad keilmuan kuat. Ia merupakan cicit keluarga pesantren Bobotsari, sekaligus buyut dari Almaghfurlah Mbah Yai Abdul Majid Mejagong Kecamatan Randudongkal Kab Pemalang, seorang tokoh yang dikenal luas dalam dakwah dan pendidikan Al-Qur’an di masyarakat. Tradisi keilmuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang diwariskan dalam keluarga tersebut diyakini menjadi salah satu fondasi kuat yang membentuk ketekunan Ning Atqiya dalam menghafal kitab suci.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Bobotsari dan Mejagong, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para santri dan generasi muda untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Prestasi Ning Atqiya membuktikan bahwa ketekunan, doa, serta bimbingan para guru dan orang tua mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi hingga tingkat internasional.

Ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an Asia Tenggara sendiri merupakan salah satu kompetisi bergengsi di kawasan ini yang rutin diikuti oleh para hafidz dan hafidzah terbaik dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura.

Dengan capaian tersebut, Ning Atqiya diharapkan dapat terus melanjutkan perjuangannya dalam menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda dalam mencintai dan memuliakan kitab suci. Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri Indonesia mampu bersaing dan bersinar di tingkat internasional melalui cahaya Al-Qur’an.

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *