banner 728x250

Jateng Jadi Primadona, Kanada Siap Suntik Teknologi Tani dan Robotik Medis

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Daya pikat Jawa Tengah bagi investor mancanegara kian tak terbendung meski kondisi politik dunia sedang tak menentu. Kabar terbaru, Pemerintah Kanada secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam kerja sama ekonomi di wilayah ini, khususnya pada sektor teknologi pangan dan kesehatan masa depan.

​Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, menemui Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur pada Kamis (5/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Jess menegaskan bahwa Jawa Tengah merupakan wilayah strategis yang masuk dalam radar utama pemetaan investasi negaranya.

​Kanada berencana membawa kecanggihan teknologi pertanian mereka ke tanah Jawa. Hal ini bukan tanpa alasan; sektor pertanian di Jawa Tengah dianggap memiliki potensi besar namun membutuhkan sentuhan modernisasi agar lebih berkelanjutan.​”Kami melihat peluang besar untuk perdagangan. Jawa Tengah sangat penting, dan kami ingin berkontribusi lebih melalui teknologi pertanian modern serta penyediaan bahan baku pupuk berkualitas,” ungkap Jess Dutton.

​Tak hanya soal pangan, kerja sama ini juga merambah ke dunia medis. Kanada menawarkan inovasi pengobatan berbasis robotik dan program pertukaran tenaga medis ahli yang melibatkan universitas-universitas ternama di Kanada.

​Gubernur Ahmad Luthfi menyambut hangat niat tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meskipun Jawa Tengah mencatatkan realisasi investasi fantastis sebesar Rp88,6 triliun pada 2025, posisi Kanada saat ini masih tertinggal di peringkat ke-49 sebagai negara sumber investasi.​”Kanada masih berada di peringkat 40-an. Kami berharap melalui pertemuan ini, Kanada bisa naik kelas dan ikut mendorong kemajuan ekonomi Jawa Tengah melalui sektor-sektor strategis,” ujar Luthfi.

​Luthfi secara khusus menawarkan sektor ketahanan pangan sebagai prioritas utama. Mengingat 16 persen stok pangan nasional bergantung pada Jawa Tengah, integrasi teknologi Kanada diharapkan mampu mengamankan swasembada pangan Indonesia di masa depan.**( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *