banner 728x250

Kena Sanksi Badan Gizi Nasional, Dapur Program MBG di Pamutih Langsung Borong Alat IPAL!

  • Bagikan

AMKMedianews.com, Pemalang – Manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamutih 01 dan Pamutih 02 di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, membuktikan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan. Menanggapi sanksi pembekuan sementara dari pusat, pihak pengelola langsung bergerak taktis melakukan pembenahan besar-besaran pada sistem pembuangan limbah mereka.

 

​Langkah super cepat (gercep) ini dipicu oleh terbitnya Surat Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 5740/D.TWS/05/2026 pada Senin (25/5/2026). Dalam keputusan tersebut, BGN mengambil tindakan tegas dengan menyetop sementara operasional 386 unit SPPG di Jawa Tengah, termasuk 11 dapur produksi di Pemalang, lantaran belum memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang standar.

​Penanggung Jawab (PIC) SPPG Pamutih 01 dan 02 dari Yayasan Sang Surya Mitra Mandiri, Ikhyarso Dwihatmojo, mengungkapkan bahwa pihak manajemen menerima surat keputusan tersebut pada Jumat (26/5/2026). Alih-alih mengeluh, mereka justru langsung menjadikannya momentum untuk mengevaluasi diri.

​”Kami langsung merespons surat pemberitahuan tersebut hari itu juga. Manajemen memutuskan untuk langsung memesan dan mendatangkan seperangkat peralatan IPAL modern dengan daya tampung hingga 2.000 liter,” ungkap Ikhyarso saat memberikan keterangan di area dapur produksi SPPG Pamutih 02, Minggu (31/5/2026).

​Menurutnya, masalah kebersihan lingkungan dapur dan higienitas makanan adalah hal krusial yang berkaitan langsung dengan keselamatan pangan masyarakat, sehingga pembenahannya tidak boleh ditunda-tunda.

​”Proses instalasi seluruh jaringan IPAL kami lakukan serentak hari ini, Minggu, 31 Mei 2026. Target kami, dalam waktu satu hari ini seluruh pengerjaan selesai dilakukan sehingga operasional bisa segera berjalan kembali,” kata Ikhyarso dengan nada optimis.

​Sikap ksatria dan respons cepat yang ditunjukkan oleh manajemen SPPG Pamutih di Kecamatan Ulujami ini layak diapresiasi. Diharapkan, percepatan pemenuhan standar saniter ini bisa memotivasi belasan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) lainnya di Pemalang untuk segera berbenah demi menghadirkan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga diolah lewat proses yang ramah lingkungan.( Joko Longkeyang).

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *