AMKMedianews.com, Pemalang – Wajah baru kepemimpinan sekolah di Kabupaten Pemalang resmi ditetapkan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Khaeron, S.H., M.M., melaporkan tuntasnya proses pengangkatan dan mutasi terhadap 516 Guru PNS yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah, Minggu (24/05/2026).

Laporan tersebut disampaikan dalam acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati di SKB Comal yang dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Ketua DPRD Drs. H. Martono, M.A.
Rincian Mutasi Besar-Besaran
Berdasarkan laporan teknis dari Kepala BKPSDM, penugasan ini mencakup lintas jenjang pendidikan guna menyegarkan birokrasi sekolah. Berikut rinciannya:
1. Sekolah Dasar (SD): 208 pengangkatan baru dan 241 pemindahan tugas.
2. SMP: 65 pemindahan tugas.
3. Taman Kanak-Kanak (TK): 2 pemindahan tugas.
Langkah ini diambil sebagai implementasi UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan regulasi terbaru kementerian tahun 2025 untuk menjamin standar kualitas pimpinan sekolah yang mumpuni.
Teguran Keras Soal “Bisnis” Study Tour
Dalam arahannya, Bupati Anom Widiyantoro memberikan pesan yang sangat berani terkait polemik study tour yang kerap meresahkan wali murid. Ia menegaskan bahwa pembelajaran luar kelas adalah hak siswa, namun haram hukumnya jika dijadikan ladang bisnis.”Kegiatan outing atau study tour diperbolehkan, tapi harus dikelola secara transparan dan melibatkan OSIS. Tidak boleh ada yang mencari keuntungan pribadi dari sini. Manajemen harus bersih!” tegas Bupati Anom di hadapan ratusan kepala sekolah baru.
Sekolah Wajib “Go Green” dan Bebas Banjir
Tak hanya soal kurikulum, Bupati juga memberikan instruksi fisik yang wajib dipatuhi. Seluruh sekolah di Pemalang kini diwajibkan memiliki program penghijauan dan sumur resapan.
Strategi ini bukan tanpa alasan. Bupati ingin institusi pendidikan menjadi pelopor konservasi lingkungan yang membantu daerah dalam menanggulangi potensi banjir. Kepala Sekolah dituntut menjadi motor penggerak agar siswa terbiasa menjaga alam sejak dini.
Transformasi Tanpa Instan
Bupati mengingatkan bahwa jabatan ini adalah amanah berat. Ia menuntut adanya perubahan budaya belajar yang lebih adaptif terhadap teknologi.”Transformasi itu tidak instan. Butuh kerja keras dan kemauan untuk terus belajar, bukan hanya untuk siswa, tapi kepala sekolah juga harus upgrade skill,” pungkasnya.
Hadir pula dalam seremoni tersebut Ketua Komisi A DPRD, Plh Sekda, Bunda Literasi, serta jajaran pejabat OPD Pemalang. Dengan pengukuhan ini, arah pendidikan di Pemalang diharapkan lebih transparan, inovatif, dan berwawasan lingkungan.( Joko Longkeyang).















