Pemalang — Ucapan bernada kasar yang ditulis oleh salah satu perangkat Desa Tanahbaya melalui pesan WhatsApp kini menuai reaksi keras dari kalangan wartawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka menilai pernyataan tersebut merendahkan profesi jurnalis dan aktivis pengawas publik.
Dalam tangkapan layar yang beredar, perangkat desa itu menulis dalam kolom komentar status WhatsApp:
“Wartawan kr LSM kucluk ora ngerti tp sok tau.. omongane janji njeplak.”
Tak berhenti di situ, dalam percakapan lanjutan, perangkat desa yang sama juga menulis:
“Iye bisane ari gawe berita ky kue.. provokator.”
Ungkapan-ungkapan tersebut kini ramai diperbincangkan di kalangan wartawan lokal dan organisasi masyarakat. Mereka menilai komentar itu tidak pantas diucapkan oleh seorang aparatur pemerintahan desa yang memiliki tanggung jawab melayani masyarakat.
Sejumlah wartawan dari berbagai media di Pemalang bersama beberapa LSM menyatakan akan melakukan aksi ke balai desa Tanahbaya. Aksi tersebut dimaksudkan untuk meminta klarifikasi sekaligus permintaan maaf terbuka dari perangkat desa yang menulis komentar tersebut.
“Kami tidak ingin memperkeruh situasi, tapi ini soal etika dan penghormatan terhadap profesi. Aparat desa tidak seharusnya menghina wartawan dan LSM yang menjalankan fungsi kontrol sosial,” ujar salah satu anggota aliansi LSM.
LSM di Pemalang juga menyoroti pentingnya etika digital bagi aparatur desa. Menurut mereka, komentar seperti itu bisa menciptakan jarak antara pemerintah desa dan masyarakat yang seharusnya menjadi mitra dalam pembangunan serta pengawasan publik.
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Desa Tanahbaya maupun perangkat desa yang bersangkutan. Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka melalui dialog, bukan dengan saling tuding di media sosial.










