AMKMedianews.com, Pemalang – Intensitas hujan yang mulai meningkat di awal tahun 2026 memicu kekhawatiran warga di bantaran Sungai Comal. Menanggapi ancaman luapan air yang rutin terjadi setiap tahun, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pemalang, Slamet Ramuji, turun langsung memimpin aksi mitigasi bencana bersama masyarakat Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Jumat (9/1/2026).
Legislator dari Fraksi PKB ini tampak membaur dengan warga dalam kegiatan “Jumat Giat”. Fokus utamanya adalah memperkuat titik-titik rawan tanggul yang sempat tertunda pengerjaannya pada pekan lalu.
Aksi gotong royong tersebut difokuskan pada pengisian dan penyusunan ratusan kantong tanah sebagai tanggul darurat. Langkah ini diprioritaskan untuk memproteksi wilayah RW 05 hingga RW 08 Desa Mojo yang menjadi titik paling rentan terdampak jika Sungai Comal meluap.”Kita tidak boleh lengah. Jika tanggul ini jebol, dampaknya langsung ke pemukiman warga. Meski sifatnya darurat, kantong-kantong tanah ini adalah benteng pertama kita untuk menahan debit air agar tidak masuk ke rumah-rumah penduduk,” ujar Slamet Ramuji saat ditemui di sela kesibukannya mengisi kantong tanah.
Anggota DPRD dari Dapil 4 (Bodeh, Comal, Ulujami) ini menegaskan bahwa langkah antisipatif harus dilakukan sebelum puncak musim penghujan tiba, guna menghindari kerugian materiil maupun korban jiwa.
Selain memberikan bantuan tenaga, kehadiran Slamet Ramuji di lokasi bencana juga menjadi ajang serap aspirasi. Ia menyadari bahwa solusi jangka panjang berupa pembangunan talud permanen sangat mendesak untuk direalisasikan.”Keselamatan warga di pesisir dan bantaran sungai adalah harga mati. Kami dari Fraksi PKB berkomitmen penuh untuk mengawal usulan pembangunan infrastruktur penahan banjir yang lebih kokoh, baik di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat,” tegasnya.
Masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran pimpinan DPRD tersebut yang dinilai responsif terhadap keluhan warga bawah. Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga bersama sukarelawan masih terus bahu-membahu memperkuat tanggul guna memastikan Desa Mojo siap menghadapi potensi banjir di tahun 2026.( Joko Longkeyang ) .

















