banner 728x250

Refleksi Ekonomi Jateng 2025 Lampaui Nasional, Investasi Tembus Rp66 Triliun!

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com,Semarang – Menjelang pergantian tahun, Provinsi Jawa Tengah mencatatkan rapor hijau dalam performa ekonomi sepanjang 2025. Di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, ekonomi Jawa Tengah terbukti tangguh menghadapi tantangan fiskal nasional dengan pertumbuhan yang melampaui rata-rata pusat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III 2025 mencapai 5,37 persen (YoY). Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,04 persen. Pencapaian ini didorong oleh geliat aktivitas barang dan jasa yang signifikan di berbagai sektor.

Struktur ekonomi Jawa Tengah didominasi oleh industri pengolahan yang menyumbang 33,43 persen, disusul perdagangan (13,44 persen), pertanian (12,88 persen), dan konstruksi (11,82 persen). Sektor konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama dengan kontribusi mencapai 60,64 persen.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kunci keberhasilan ini adalah strategi collaborative government. “Kami tidak bisa hanya mengandalkan APBD yang porsinya hanya 15 persen. Sebanyak 85 persen sisa penggerak daerah berasal dari investasi, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Luthfi dalam acara di Kantor BI Jateng, Senin (22/12/2025).

Hingga September 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah telah menyentuh angka Rp66,13 triliun. Hal ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 326.462 pekerja, yang menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak kedua di Pulau Jawa.

Kerja keras ini membuahkan apresiasi nasional berupa penghargaan Pioneer of Economic Empowerment dalam ajang Indonesia Kita Award 2025. Namun, bagi Pemprov Jateng, indikator keberhasilan paling nyata adalah kesejahteraan rakyat. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,58 persen pada akhir 2024 menjadi 9,48 persen pada Maret 2025.

Menatap tahun 2026, Jawa Tengah bersiap melakukan transformasi struktural. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus menjaga keseimbangan antara sektor manufaktur dan pertanian.

“Industri pengolahan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama, namun sektor pertanian adalah kunci ketahanan pangan dan stabilitas harga,” kata Sujarwanto dalam konferensi di Semarang, Senin (8/12/2025).

Langkah-langkah strategis yang disiapkan meliputi: Penguatan Kawasan Industri: Mendorong kepala daerah membuka zonasi ekonomi baru. Modernisasi Pertanian: Memperkuat kemitraan petani dengan industri guna stabilisasi harga. Pengembangan SDM: Mempercepat program pelatihan vokasi dan link and match dengan dunia industri. Investasi Hijau: Mengakselerasi investasi berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Dengan pondasi ekonomi yang kuat di 2025, Jawa Tengah optimis menyongsong tahun 2026 dengan visi ekonomi yang lebih inklusif, modern, dan mandiri.( Walis EF).

 

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *