AMKMedianews.com, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat merespons dampak destruktif banjir bandang di Kecamatan Pulosari. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menginstruksikan jajarannya untuk melakukan audit dan inventarisasi total terhadap seluruh kerugian warga, mulai dari sektor permukiman hingga komoditas hortikultura.
Langkah tersebut diambil guna memastikan bantuan yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tepat sasaran dan komprehensif. Saat meninjau Desa Penakir bersama jajaran Forkopimda pada Minggu (25/1), Anom menegaskan bahwa prioritas jangka pendek adalah menjamin urusan perut dan sanitasi para pengungsi.”Kebutuhan utama pangan harus terjamin. Begitu juga dengan fasilitas MCK yang layak di titik-titik pengungsian. Kami pastikan warga tidak kesulitan mendapatkan hak dasarnya,” tegas Anom di hadapan awak media.
Terkait lumpuhnya sejumlah akses akibat jembatan putus, Bupati menjelaskan bahwa pihaknya tengah bersinergi dengan Kodim 0711/Pemalang. Pembangunan jembatan darurat menjadi solusi instan agar mobilitas warga dan distribusi logistik tidak terisolasi.”Untuk penanganan permanen, lokasi sudah disurvei. Kami sedang menunggu rekomendasi teknis dari pihak Kodam agar rekonstruksi bisa segera dimulai,” imbuhnya.
Anom juga mengakui bahwa eskalasi bencana kali ini cukup merata di wilayah lereng Slamet, termasuk kabupaten tetangga. Koordinasi lintas wilayah dan pelaporan ke tingkat provinsi terus dilakukan secara intensif.
Sementara itu, Camat Pulosari, Arif Seno Aji, mengungkapkan bahwa atas arahan Bupati, pihaknya bersama Perhutani kini tengah melakukan penyisiran (tracking) di wilayah hulu, meliputi Gunung Malang, Dipajaya, hingga Bambangan.”Tim sedang memastikan tidak ada bendungan alami atau sumbatan aliran sungai di atas yang bisa memicu banjir susulan. Kami ingin warga merasa aman dan tidak lagi dihantui kekhawatiran,” ujar Seno.
Saat ini, enam titik pengungsian telah beroperasi maksimal di Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU Wanasari, dan Sawangan. Pelayanan medis juga disiagakan melalui Puskesmas setempat untuk menangani warga yang jatuh sakit akibat cuaca ekstrem.
Di sisi lain, nuansa haru mewarnai kunjungan Ketua TP PKK Pemalang, Noor Faizah Maenofie, saat menyambangi kediaman keluarga almarhum Bapak Tanto. Selain memberikan dukungan moral, ia juga menyerahkan santunan tali asih sebagai bentuk solidaritas pemerintah.”Kami hadir untuk membersamai warga di setiap masa sulit. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penghibur bagi keluarga korban,” pungkas Noor Faizah.

















