
Pemalang Amkmedianews- – Proyek pengaspalan jalan yang berlokasi di Dusun Sarangan, RT 15/RW 05, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, kini menjadi sorotan tajam setelah pengerjaannya dilaporkan dilakukan secara asal-asalan dan tidak transparan.
Warga setempat menyayangkan buruknya mutu pekerjaan infrastruktur yang menggunakan dana publik ini, yang dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
Proyek ‘Siluman’ Tanpa Identitas
Salah satu temuan paling mencolok di lokasi adalah ketiadaan Papan Informasi Proyek di area pengaspalan. Papan informasi merupakan kewajiban bagi setiap proyek pemerintah untuk memastikan transparansi, memuat detail seperti sumber anggaran, nilai kontrak, volume, pelaksana, dan waktu pengerjaan.

Ketiadaan papan informasi ini secara langsung melanggar prinsip Keterbukaan Informasi Publik, membuat proyek ini terkesan “siluman” dan memicu dugaan adanya upaya untuk menutupi detail proyek dari pengawasan masyarakat.
Kualitas Diragukan, Warga Protes
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kualitas pekerjaan pengaspalan yang dilakukan di Desa Penakir ini dicurigai tidak memenuhi spesifikasi teknis. Lapisan aspal yang tipis dan pengerjaan yang tidak merata disinyalir akan menyebabkan jalan cepat rusak, berlubang, dan berpotensi menimbulkan kerugian ganda bagi negara dan masyarakat.

“Kami sebagai warga tentu kecewa. Uang rakyat digunakan untuk infrastruktur yang mutunya sangat diragukan. Seharusnya proyek ini dikerjakan dengan standar terbaik,” ujar salah seorang warga.
Untuk mendapatkan klarifikasi terkait buruknya kualitas pekerjaan dan alasan mengapa proyek ini berjalan tanpa papan informasi, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Penakir telah dilakukan. Namun, Kepala Desa dilaporkan sulit dihubungi dan belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.
Sulitnya akses komunikasi ini semakin memperkuat spekulasi adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek di Desa Penakir.
Masyarakat dan pihak media mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Inspektorat Pemalang segera turun tangan untuk melakukan audit teknis terhadap kualitas aspal dan mengevaluasi pelanggaran transparansi yang terjadi.
Pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan anggaran pembangunan tidak disalahgunakan dan masyarakat Desa Penakir mendapatkan infrastruktur yang layak.
















