banner 728x250

Pasca Bencana Aceh Tamiang, Bupati Sambut Warga Pemalang Dengan Penuh Hari. 

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Pemalang – Kabar haru sekaligus melegakan datang dari Bumi Ikhlas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang secara resmi menyambut kepulangan tujuh orang warga yang sempat terjebak dalam situasi sulit akibat bencana alam di Aceh Tamiang. Prosesi penyambutan yang penuh empati ini berlangsung di Rumah Singgah Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang pada Minggu (21/12/2025).

Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi serta menjamin keselamatan warganya, meskipun musibah tersebut terjadi jauh di luar pulau Jawa. Kehadiran para penyintas ini menjadi angin segar bagi keluarga yang telah menanti dengan penuh kecemasan.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan nasib seluruh warganya. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat total 14 warga asal Pemalang yang teridentifikasi menjadi korban bencana di wilayah Aceh Tamiang. Untuk tahap awal, sebanyak tujuh orang telah berhasil dipulangkan ke kampung halaman.”Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan karena hari ini tujuh saudara kita bisa kembali berkumpul dalam keadaan selamat. Kepulangan mereka tidak lepas dari bantuan serta kerja keras tim di lapangan, baik dari teman-teman Dinas Sosial maupun dukungan dari pemerintah desa terkait,” ujar Anom Widiyantoro dengan nada syukur.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap sisa warga yang masih berada di lokasi bencana atau dalam proses mobilisasi. Upaya penjemputan dan fasilitasi akan terus dipantau hingga seluruh warga Pemalang yang terdampak dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

Pemerintah Kabupaten Pemalang memahami bahwa korban bencana tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga mengalami guncangan psikologis yang hebat. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat fisik. Di samping menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan santunan uang tunai, Pemkab Pemalang juga menerjunkan tim ahli untuk memberikan layanan trauma healing.

Layanan pemulihan trauma ini menjadi prioritas agar para penyintas mampu melepaskan memori kelam akibat bencana dan kembali menjalani kehidupan sosial secara normal. Dukungan moral ini diharapkan menjadi fondasi bagi mereka untuk bangkit dari keterpurukan.”Bantuan ini adalah bentuk dukungan nyata, baik secara moral maupun material. Kami ingin memastikan bahwa ketika mereka sampai di Pemalang, mereka merasa dipeluk kembali oleh daerahnya. Kami berikan sembako dan santunan uang untuk kebutuhan mendesak, namun pemulihan mental mereka adalah yang utama,” tambah Bupati Anom.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya Kepala Dinsos KBPP Mu’minun, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Umroni, serta Ketua Baznas Kabupaten Pemalang, Agus Nurkholis. Sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terbukti menjadi kunci kecepatan distribusi bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Agus Nurkholis selaku Ketua Baznas menegaskan bahwa dana santunan yang diberikan merupakan amanah dari zakat dan infak masyarakat yang dikelola secara transparan untuk kepentingan kemanusiaan. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi para korban untuk menyambung hidup pascabencana.

Penyerahan bantuan ini diakhiri dengan sesi dialog hangat antara Bupati dan para warga. Para penyintas tampak terharu atas perhatian yang diberikan oleh orang nomor satu di Pemalang tersebut. Kini, tujuh warga tersebut telah diantar menuju desa masing-masing untuk memulai lembaran baru bersama keluarga tercinta.( Walis EF )

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *