banner 728x250

Menilik Silsilah Pemimpin “Pusere Jawa”: Daftar Bupati Pemalang dari Masa ke Masa Jelang Hari Jadi ke-451

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal


PEMALANG|amkmedianews.com – Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 yang jatuh pada tanggal 24 Januari mendatang, masyarakat kembali diajak untuk menengok ke belakang melihat sejarah panjang daerah yang dijuluki “Pusere Jawa” ini. Salah satu yang menarik perhatian adalah silsilah para pemimpin atau Bupati yang telah menahkodai Pemalang selama hampir lima abad.


Berdasarkan catatan sejarah resmi, jejak kepemimpinan di Pemalang telah dimulai sejak abad ke-16. Nama Pangeran Probo Koesoemo (Praboe Anom) tercatat sebagai pembuka silsilah pemimpin Pemalang pada tahun 1565–1575.

Dokumen catatan sejarah Bupati Pemalang

Dari Era Kerajaan Hingga Kolonial
Sejarah mencatat bahwa kepemimpinan di Pemalang mengalami berbagai transformasi. Di era awal, para pemimpinnya merupakan tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan trah kerajaan, seperti Djinogo Hanjokro Koesoemo dan Tedjo Soemirat.


Memasuki abad ke-19 dan ke-20, saat pengaruh kolonial menguat, nama-nama bupati dari kalangan bangsawan seperti K.G.A. Rekso Negoro hingga R.M. Soemantri Reksodidjojo tetap memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas di wilayah ini.

R.T. Rekso negoro 15 Maret 1862- Juni 1879
Source : Wikipedia

 

Peringatan Jubilee Pemerintahan Perak Ratu Wilhelmina Belanda oleh Kolonial Belanda di Pemalang (1923) source: Wikipedia

Era Perjuangan dan Modernitas
Pasca-kemerdekaan 1945, dinamika kepemimpinan di Pemalang semakin berwarna. Mulai dari kepemimpinan Kjai Makmur (1946–1947) di masa transisi yang penuh gejolak, hingga masuk ke era Orde Baru dan Reformasi.
Nama-nama seperti Drs. Rifai Joesoef, Slamet Haryanto, BA, hingga H.M. Machroes, SH, menjadi bagian dari saksi bisu pembangunan infrastruktur dan perkembangan sosial masyarakat Pemalang di era modern.

Rapat Pelantikan Dewan Kabupaten Pemalang (1930) source: Wikipedia


Refleksi di Usia 451 Tahun
Membaca kembali daftar bupati ini bukan sekadar deretan nama dan angka. Pengamat sejarah lokal menilai bahwa setiap periode kepemimpinan memiliki tantangan tersendiri yang membentuk karakteristik masyarakat Pemalang saat ini.


“Menjelang Hari Jadi ke-451, penting bagi generasi muda Pemalang untuk mengetahui siapa saja yang pernah berjuang membangun tanah kelahiran ini. Ini adalah bentuk penghormatan sekaligus pemacu semangat untuk memajukan daerah,” ujar Walis Erlangga Firera tokoh pemuda pemalang.


Daftar Terbaru
Sebagai informasi, setelah kepemimpinan era H.M. Machroes yang tertera dalam catatan sejarah lama, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh H. Junaedi, SH, MM, kemudian dilanjutkan oleh kepemimpinan di periode-periode berikutnya hingga saat ini.


Peringatan Hari Jadi ke-451 tahun ini diharapkan tidak hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum evaluasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Pemalang yang lebih sejahtera.

 

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *