AMKMedianews.com, Lampung– Ketekunan dan etos kerja pantang menyerah menjadi kunci utama bagi para perantau asal Jawa Tengah untuk meraih kesuksesan di Provinsi Lampung. Perjalanan panjang yang dimulai dari program transmigrasi pertengahan abad ke-20 kini telah membuahkan hasil manis, melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang visioner.
Dalam kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ke Lampung pada Rabu (7/1/2026), terungkap kisah-kisah luar biasa dari para “Putra Jawa Kelahiran Sumatera” (Pujakesuma) yang kini menjadi motor penggerak pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.
Salah satu profil yang mencuri perhatian adalah Riyanto Pamungkas, Bupati Pringsewu periode 2025–2030. Terlahir sebagai anak bungsu dari keluarga transmigran mandiri yang datang pada 1956, Riyanto tumbuh dalam kesederhanaan. Ayahnya seorang buruh dan ibunya peracik kopi rumahan.”Pendatang biasanya lebih gigih karena memulai dari nol. Kami terbiasa menahan lapar dan berjuang keras. Itulah yang membentuk daya tahan,” ungkap Riyanto.
Berawal dari usaha kopi sangrai di usia 21 tahun, ia sukses mendirikan pabrik Kopi Klangenan yang menyerap ratusan tenaga kerja sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Pringsewu yang 70 persen penduduknya merupakan warga keturunan Jawa.
Jejak kesuksesan serupa ditunjukkan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Ia lahir dari keluarga transmigran asal Rembang, Jawa Tengah, yang tiba di Lampung pada 1982. Jihan menekankan bahwa nilai kesederhanaan dan kerja keras adalah warisan utama orang tuanya.”Kami memegang teguh nilai tersebut. Diaspora harus hadir sebagai kekuatan sosial yang memberi manfaat bagi daerah tempat tinggal maupun daerah asal,” tutur Jihan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan apresiasi tinggi saat menyaksikan langsung kemakmuran warganya di perantauan. Menurutnya, keberhasilan diaspora Jawa Tengah di Lampung membuktikan bahwa kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri adalah modal sosial yang luar biasa.”Masyarakat asal Jawa Tengah di Lampung sudah banyak yang sukses dan makmur. Mereka sangat kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi semangat kekeluargaan,” ujar Ahmad Luthfi.
Kisah para tokoh ini menjadi potret nyata keberanian merantau dan kemampuan menjadikan tanah asing sebagai rumah yang nyaman melalui ketabahan dan integritas.( Rangga Firrera).

















