JAKARTA |amkmedianews.com– Kesuksesan penyelenggaraan Inauguration JCI Jakarta dan JCI Femme 2026 tidak terlepas dari peran strategis dua Project Director yang berkolaborasi secara solid dalam mengorkestrasi rangkaian acara berskala nasional tersebut, Sabtu (31/01/2026).

Project Director JCI Jakarta, Muhammad Muliyadi, yang akrab disapa Muliyadi, menegaskan bahwa kegiatan inaugurasi bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum penting dalam penguatan kepemimpinan muda yang berorientasi pada dampak sosial nyata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa JCI tidak hanya menjadi wadah pengembangan jaringan profesional, tetapi juga mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Muliyadi.
Ia menambahkan bahwa organisasi JCI merupakan ruang strategis bagi generasi muda untuk membangun kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring global, sekaligus melahirkan inovasi sosial yang berkelanjutan.
Di luar aktivitas organisasi, Muliyadi sehari-hari berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Dalam Negeri.
Ia juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan alumni, salah satunya menjabat sebagai Ketua Umum BI20KRAT, perkumpulan Purna Praja IPDN Angkatan XX yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada tahun 2026, Muliyadi resmi dikukuhkan sebagai Vice President JCI Chapter Jakarta, yang semakin memperkuat perannya dalam pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor. Ia berharap sinergi yang terbangun melalui inaugurasi ini dapat menjadi fondasi kuat bagi lahirnya program-program kolaboratif yang berdampak luas, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sementara itu, posisi Project Director JCI Chapter Femme diemban oleh Cempaka Adinda Devi, yang akrab disapa Dinda. Selama lebih dari satu bulan masa persiapan, Dinda dikenal sebagai sosok pemimpin muda yang cerdas, tangkas, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat dalam mengoordinasikan berbagai aspek teknis maupun konseptual acara.
Di balik kesuksesan kegiatan ini, sorotan khusus tertuju pada peran Dinda selaku Project Director Inauguration JCI Jakarta & JCI Femme 2026. Dikenal sebagai figur visioner dan berkarisma, ia berhasil mengorkestrasi kolaborasi lintas chapter secara terstruktur, sistematis, dan presisi.
Perannya semakin strategis karena Dinda juga mengemban amanah sebagai Secretary General JCI Femme 2026, yang memastikan kesinambungan organisasi serta arah program yang berfokus pada dampak sosial berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa JCI Femme berkomitmen untuk terus mengedepankan program sosial, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak, tanpa melupakan esensi utama organisasi sebagai agen kontribusi nyata bagi masyarakat.
Muliyadi turut menyampaikan bahwa sinergi antara dirinya dan Dinda menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan kegiatan tersebut.
“Kami berdua saling melengkapi dalam setiap proses persiapan acara, mulai dari perencanaan strategis, koordinasi lintas tim, hingga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan inaugurasi diawali dengan prosesi pelantikan Local Board of Directors (LBOD) JCI Jakarta. Prosesi sakral pemasangan chain of office dilakukan kepada Hisyam Ramdhani sebagai Local President JCI Jakarta 2026, menandai dimulainya masa kepemimpinan baru. Acara dilanjutkan dengan pelantikan delapan anggota LBOD JCI Jakarta serta pengukuhan 15 anggota baru sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.
Agenda kemudian berlanjut dengan pelantikan Jessica Tri Putri, yang akrab disapa Chika, sebagai Local President JCI Femme 2026 Elected. Pada kesempatan yang sama, turut dilantik sembilan anggota LBOD JCI Femme, pengukuhan tiga anggota baru, serta renewal keanggotaan terhadap 26 anggota.
Hal ini semakin memperkuat struktur organisasi sekaligus menegaskan peran strategis perempuan muda dalam kepemimpinan JCI.
Menurut Dinda, kolaborasi antara JCI Jakarta dan JCI Femme merupakan langkah strategis dalam memperkuat kepemimpinan lintas komunitas profesional muda.
“Kami berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi positif yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut pada program sosial yang berkelanjutan,” ungkap Dinda.
Salah satu fokus utama program kolaboratif ke depan adalah kontribusi dalam penanganan stunting, sebagai bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kolaborasi dua Project Director ini menjadi cerminan sinergi kepemimpinan muda yang adaptif, inklusif, serta berorientasi pada solusi nyata atas tantangan sosial di masyarakat.

















