banner 728x250

DILEMA PROYEK RP 100 JUTA DI PENAKIR: Kades Akui Papan Informasi Masih di Rumah, Belum Cek Kualitas Aspal.

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal


Pemalang Amkmedianews– Proyek pengaspalan jalan di Dusun Sarangan, RT 15/RW 05, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, yang sebelumnya disorot karena pengerjaan yang diduga asal-asalan dan tidak memiliki papan informasi, Kini Kepala desa merespon berita tersebut.

Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, berhasil dikonfirmasi oleh Amkmedianews dan membenarkan bahwa proyek tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Kabupaten Pemalang dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 100 juta, dikerjakan oleh PT. SIMATEK.


Kades Bantah Sulit Dihubungi, Akui Papan di Rumah

Saat dikonfirmasi mengenai keluhan awak media terkait sulitnya komunikasi, Agus Riyadi memberikan klarifikasi.
“Kemarin saya sedang di Jakarta, dan tidak ada nomer masuk (telepon),” ujar Agus, menjelaskan alasan mengapa ia tidak dapat dihubungi.

Namun, pengakuan Kades justru memunculkan sorotan baru mengenai aspek transparansi. Ketika ditanya mengapa Papan Informasi Proyek tidak terpasang di lokasi, yang merupakan kewajiban hukum bagi setiap proyek publik, Kades Agus Riyadi menjawab mengejutkan.

“Papan informasi masih berada di rumah karena sebelumnya saya meminta PT. Simatek menunda pekerjaannya karena saya mau ke jakarta, Tapi katanya Aspalnya Sudah di pesan” Katanya

Pengakuan ini secara langsung menegaskan telah terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang mewajibkan badan publik untuk mengumumkan informasi kegiatan pembangunan secara akurat, benar, dan tepat waktu di lokasi pekerjaan.


Proyek Rampung Kemarin, Kades mengaku belum  Lihat pekerjaan

Selain masalah transparansi, kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pengerjaan semakin beralasan menyusul pengakuan lain dari Kades. Proyek pengaspalan yang baru rampung pada hari Minggu kemarin ternyata belum sempat diperiksa oleh Kepala Desa.

“Saya belum melihat pekerjaannya karena saya baru datang dari jakarta tadi malam jadi saya belum ke lokasi,” kata Agus.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya kelalaian pengawasan dari penanggung jawab desa terhadap proyek yang dibiayai oleh anggaran daerah senilai Rp 100 juta tersebut, padahal kualitas aspal di lokasi telah menjadi keluhan utama warga.



Desakan Audit dan Pengawasan Maksimal

Amkmedianews mendesak Kades Penakir untuk segera memasang papan informasi proyek di lokasi, serta meminta Inspektorat Kabupaten Pemalang dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan audit teknis (uji mutu) pada lapisan aspal yang dikerjakan oleh PT. SIMATEK tersebut.

Ketidaklengkapan informasi dan kurangnya pengawasan lapangan ini harus ditindaklanjuti untuk mencegah kerugian publik akibat infrastruktur yang tidak bermutu dan menjamin akuntabilitas penggunaan dana BKKD Pemalang.

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *