AMKMedianews.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kemajuan provinsi dengan populasi lebih dari 38 juta jiwa tidak bisa dicapai melalui kerja individu. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama relawan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Sabtu (14/3/2026) malam.
Dalam arahannya, Luthfi menganalogikan kekuatan pemerintah sebagai sebuah tim besar, bukan pahlawan tunggal. Ia menyebut tantangan mengelola 7.809 desa di Jawa Tengah membutuhkan sinergi yang sangat kuat.”Kita bukan superman yang serba bisa sendirian. Kita adalah supertim. Tidak boleh ada kerja yang parsial atau merasa paling benar sendiri (menange dewe). Semua elemen harus bersatu dan berkolaborasi membangun Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.
Keamanan dan Etika sebagai Modal Investasi
Gubernur menekankan bahwa iklim investasi yang sehat sangat bergantung pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menginstruksikan para kepala daerah agar piawai mempromosikan potensi wilayahnya, namun tetap berlandaskan pada akar budaya lokal.
Luthfi mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur seperti tepa selira, adigang adigung adiguna, dan prinsip tata tentrem raharja. Menurutnya, adab dan sopan santun adalah fondasi utama dalam bernegara.”Sesama anak bangsa jangan sampai ada iri dan dengki. Kita punya tata krama. Jika napas gotong royong hilang, maka pembangunan mustahil terwujud,” tegasnya.
Relawan sebagai ‘Penawar’ Hoaks
Di hadapan para relawan, Luthfi menitipkan pesan agar mereka menjadi duta kesantunan. Relawan diharapkan menjadi jembatan informasi yang valid antara keluhan masyarakat di akar rumput dengan pemangku kebijakan.
Selain itu, ia menyoroti maraknya potongan informasi menyesatkan atau hoaks di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat.”Jangan mudah terpancing atau menyakiti perasaan orang lain. Tetaplah santun. Jika ada kritik di media sosial, jadikan itu cambuk bagi kami pejabat publik untuk bekerja lebih giat. Bantu masyarakat mendapatkan informasi yang benar agar kepercayaan publik tetap terjaga,” pungkasnya.
Luthfi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk saling asah, asih, dan asuh. Ia optimis, dengan menjaga adab dan kekompakan, Jawa Tengah akan semakin sejahtera secara bertahap dan berkelanjutan.**( Joko Longkeyang).

















