banner 728x250

Aksi Nyata Ahmad Luthfi: Rangkul Penggali Kubur dan Supeltas Lewat Bantuan Beras

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Kepedulian terhadap pekerja sektor informal ditunjukkan secara nyata oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Di tengah persiapan menyambut Hari Raya, ratusan penggali kubur, pemulasar jenazah, hingga relawan pengatur lalu lintas (Supeltas) menerima bantuan beras gratis di halaman Kantor Distanak Jateng, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Jumat (13/3/2026).

​Sebanyak 2 ton beras disalurkan kepada 200 penerima manfaat yang selama ini bekerja di garis belakang pelayanan masyarakat namun sering luput dari perhatian.

​Membangun Ikatan Tanpa Sekat

​Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pemerintah harus hadir tanpa jarak. Istilah social bonding dan empathy bonding menjadi landasan birokrasi dalam merangkul masyarakat sekitar kantor pemerintahan.”Kita ingin birokrasi itu punya rasa. Hari ini sasarannya adalah mereka yang ada di seputaran kita; penjaga makam, marbot masjid, tukang parkir, hingga janda tua. Mereka sangat membutuhkan sentuhan ini jelang Lebaran,” tegas Luthfi.

​Gubernur juga menginstruksikan agar langkah serupa diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemprov Jawa Tengah agar cakupan bantuan bagi warga rentan semakin luas.

​Pasar Murah untuk Tekan Harga Pangan

​Selain distribusi beras gratis, gelaran tersebut juga dimeriahkan dengan pasar murah. Melibatkan 102 bidang teknis, JTAB, dan berbagai komunitas, pasar ini bertujuan mengendalikan harga pangan yang biasanya melonjak drastis di bulan Ramadan.

​Gubernur Luthfi menjamin stok pangan di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Ia mengimbau warga untuk berbelanja secara bijak dan menghindari perilaku panic buying.

​Kemandirian Dana Melalui Zakat Pegawai

​Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares (Frans), memaparkan fakta menarik bahwa kegiatan ini tidak menyentuh dana APBD sama sekali. Sumber dana dihimpun secara mandiri melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pegawai.”Ini adalah bentuk gotong royong pegawai untuk menjamin ketersediaan pangan bagi warga sekitar yang kurang mampu. Kami ingin harga pangan tetap terjangkau dan keberadaan kami bermanfaat bagi warga lokal,” jelas Frans.

​Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Arso, seorang tukang parkir di Ungaran. Ia mengaku bantuan ini sangat meringankan beban dapur di tengah penghasilannya yang pas-pasan dan biaya sekolah anak yang terus berjalan. Baginya, beras ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah masih “melihat” keberadaan mereka.**( Joko Longkeyang).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *