Pemalang|amkmedianews.com – Dugaan pengambilan keuntungan dalam pengadaan material batu krosok untuk penanganan darurat longsor di Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, memasuki babak baru. Oknum pegawai Unit Pengelola Jalan dan Irigasi (UPJI) berinisial SG yang sebelumnya disorot, akhirnya memberikan klarifikasi melalui media online.
Dalam keterangannya, SG menyampaikan bahwa tingginya harga material batu krosok hingga mencapai Rp1.100.000 per rit dipengaruhi oleh kondisi geografis serta medan menuju lokasi proyek yang dinilai cukup sulit. Hal tersebut, menurutnya, berdampak pada meningkatnya biaya pengangkutan material ke lokasi terdampak longsor.
Namun, klarifikasi tersebut justru menuai reaksi keras dari pemerhati infrastruktur jalan dari Wianu berinisial TS. Saat dimintai keterangan pada Selasa (10/3/2026), TS menilai pernyataan tersebut tidak menjawab persoalan utama yang menjadi sorotan masyarakat.
Menurut TS, berdasarkan temuan di lapangan, dugaan adanya pengambilan keuntungan masih menjadi tanda tanya. Ia juga mengaku telah mengecek langsung muatan truk yang disebut tidak dalam kondisi penuh.
“Faktanya di lapangan dugaan mengambil keuntungan itu terlihat jelas. Bahkan sebelumnya yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi lewat pesan WhatsApp bahwa wajar mengambil keuntungan karena harus menalangi terlebih dahulu. Jadi kenapa sekarang justru membantah?” ujarnya.
TS juga berharap dinas terkait dapat segera mengambil langkah tegas agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ia menilai, langkah yang lebih bijak adalah memberikan teguran atau klarifikasi resmi dari instansi terkait, bahkan jika perlu disertai permintaan maaf kepada masyarakat.
“Kalau memang terjadi kekeliruan, sebaiknya ada sikap terbuka. Jangan justru memberikan klarifikasi yang seolah membenarkan diri sendiri,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, akses menuju Kecamatan Watukumpul terganggu akibat longsor yang terjadi di sejumlah titik ruas jalan Desa Semingkir hingga Desa Wisnu. Di lokasi terparah, Jembatan Mendelem dilaporkan ambruk total sehingga memutus akses utama masyarakat.
Di tengah upaya penanganan darurat dengan pengiriman sekitar 30 dump truck material batu krosok dari DPU, muncul dugaan mark-up harga material yang melibatkan oknum UPJI. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya pernyataan dari warga yang juga sopir truk bernama Luyo dalam sebuah video yang menyebut harga material tersebut jauh di atas standar pasar.
Hingga kini, polemik terkait harga material tersebut masih menjadi perhatian masyarakat, sembari menunggu klarifikasi dan langkah resmi dari pihak terkait.
Beranda
Berita Utama
Dugaan Mark-Up Material Longsor Watukumpul Berlanjut, Klarifikasi Oknum UPJI Tuai Reaksi
Dugaan Mark-Up Material Longsor Watukumpul Berlanjut, Klarifikasi Oknum UPJI Tuai Reaksi

















