banner 728x250

Bupati Anom Dampingi Tak Yasin, Tinjau Gunung Slamet Yang Ngamuk di Pulosari

  • Bagikan

AMKMedianews.com, Pemalang – Tragedi banjir bandang yang meluluhlantakkan lereng Gunung Slamet menjadi alarm keras bagi kelestarian ekosistem hulu di Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menagih komitmen Pemerintah Pusat untuk memperkuat status dan pengawasan hutan lindung guna memutus rantai bencana yang terus berulang.

​Saat menyusuri puing-puing reruntuhan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Minggu (25/1), pria yang akrab disapa Gus Yasin ini menemukan fakta lapangan yang mencengangkan. Material kayu yang menghantam pemukiman bukan sekadar kayu lapuk, melainkan pohon-pohon besar dengan akar yang masih segar.​”Kalau melihat akarnya masih segar, itu artinya pohon tercabut murni akibat dahsyatnya gerusan arus. Ini bukti betapa ekstremnya hantaman air kali ini,” ujar Gus Yasin dengan nada prihatin di lokasi bencana terparah.

​Gus Yasin menggarisbawahi bahwa petaka ini merupakan akumulasi persoalan masa lalu. Ia mengingatkan kembali peristiwa kebakaran hebat pada 2017 yang menyisakan material sisa di kawasan hulu. Kini, sisa kebakaran yang tak tertangani itu menjelma menjadi proyektil mematikan saat terbawa arus banjir ekstrem.

​Upaya investigasi melalui pemetaan udara sebenarnya telah disiapkan. Namun, cuaca di lereng Slamet yang masih dibalut mendung pekat memaksa tim pengawas lapangan dan operator drone menunda asesmen komprehensif. “Situasi masih gelap, kita tunggu kondisi memungkinkan untuk memetakan penyebab secara menyeluruh,” tambahnya.

​Tak ingin sekadar menjadi pemadam kebakaran, Gus Yasin mendorong adanya gerakan kolektif. Ia mendesak lima kabupaten yang berada di lingkar hulu Gunung Slamet untuk menanggalkan ego sektoral dan bersatu mengirimkan tuntutan penguatan status hutan lindung kepada pemerintah pusat.​”Momentum ini harus kita ambil. Lima kabupaten harus satu suara, mengirimkan berkas bersama agar hutan lindung benar-benar dikuatkan dan mendapat perhatian serius dari pusat,” tegas Wagub yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi tersebut.

​Bencana yang dipicu hujan ekstrem sejak 13 Januari 2026 ini telah melumpuhkan infrastruktur vital dan merenggut nyawa. Berikut data terkini yang berhasil dihimpun:

​Korban Jiwa & Luka: 1 warga meninggal dunia di Desa Penakir, 2 warga Desa Bongas masih hilang dalam pencarian, serta 7 warga Desa Sima mengalami luka-luka.

​Kerusakan Hunian: 8 rumah hilang terseret arus, 18 unit rusak berat, dan 24 unit lainnya rusak sedang.

​Infrastruktur Putus: Jembatan Walim, Jembatan Beser, serta jembatan utama Sungai Comal terputus total, mengisolasi mobilitas warga.

​Data Pengungsian: 911 jiwa kini bertahan di posko-posko darurat seperti Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung PC NU, dan SDN 02 Penakir.

​Pemerintah Kabupaten Pemalang sendiri telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari kedepan. Untuk meringankan beban para penyintas, Pemprov Jateng melalui Gus Yasin menyalurkan bantuan logistik senilai Rp217,6 juta, yang mencakup bahan pokok hingga kebutuhan mendesak bagi balita dan keluarga.**( Joko Longkeyang)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *