Pemalang | AMKMediaNews.com —
Setelah operasi SAR resmi dihentikan, pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet jalur Dipajaya akhirnya membuahkan hasil berkat kegigihan para relawan.
Petunjuk penting berupa tracking pole dan dompet milik korban yang ditemukan relawan menjadi kunci mengarah pada lokasi ditemukannya korban.

Petunjuk awal tersebut ditemukan oleh Hendro, salah satu relawan yang tergabung dalam rombongan Maun, Himawan, dan relawan lainnya, saat melakukan penyisiran mandiri di kawasan Gunung Slamet.
Pencarian Dilanjutkan Relawan
Sebelumnya, operasi SAR resmi telah dihentikan setelah sekitar 12 hari pencarian tidak membuahkan hasil. Namun sejumlah relawan dari berbagai komunitas tetap melanjutkan pencarian secara swadaya.
Relawan yang terlibat antara lain Wanadri, Mayapada, UPL MPA Unsoed, Wikupala, APGI, Mapala Batik, Mapala Kanpas, Mapala Stikap, Komunitas RAPI, ORARI, relawan independen, serta Rescue BC Dipajaya.
Berdasarkan press release relawan, pencarian dilakukan dengan pembagian beberapa SRU dan penyisiran jalur-jalur potensial yang selama ini belum tersentuh.
Pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, relawan kembali melakukan penyisiran di area Watu Langgar dengan metode pencarian tipe 1 dan tipe 3.
Sekitar pukul 10.49 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh SRU 4 yang dipimpin Maun dari BC Dipajaya, bersama sekitar 12 relawan lainnya.
Korban selanjutnya dievakuasi oleh relawan gabungan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan cuaca di lokasi.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, S.H, serta Arie Affandi dari Wanadri selaku Ketua Operasi SAR Relawan (SMC) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang terlibat.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa peran relawan sangat vital dalam operasi kemanusiaan, khususnya di wilayah pegunungan dengan medan ekstrem seperti Gunung Slamet.

















