banner 728x250

47 Relawan Kehilangan Mata Pencaharian, Dapur MBG Sekar Biru 2 Disuspend 10 Hari

  • Bagikan

Bangka Barat|Amkmedianews.com-Puluhan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekar Biru 2 di Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, berkumpul di halaman dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (27/8/2026).

Mereka mengaku kebingungan dan terpukul setelah menerima kabar bahwa operasional dapur tempat mereka bekerja dihentikan sementara selama 10 hari berdasarkan surat tertanggal 26 Agustus 2026. Penghentian sementara tersebut disebut berkaitan dengan dugaan permasalahan pada menu MBG yang dibagikan pada Senin (24/8/2026).

Meski demikian, para relawan dan pihak yayasan pengelola mengaku tidak menerima laporan keluhan dari penerima manfaat, baik dari sekolah maupun kelompok 3B yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Mereka juga menyatakan tidak mengetahui adanya pelanggaran yang menjadi dasar penghentian operasional tersebut.

Akibat kebijakan tersebut, sebanyak 47 relawan untuk sementara waktu tidak dapat bekerja dan kehilangan sumber penghasilan hingga operasional dapur kembali dibuka.

Salah seorang relawan, Erdawati, mengaku sangat terpukul dengan kondisi yang terjadi. Perempuan berusia 50 tahun itu mengatakan pekerjaan sebagai relawan SPPG merupakan satu-satunya sumber nafkah untuk membiayai anaknya yang masih bersekolah.

“Hancur hati saya. Ini satu-satunya harapan untuk mencari nafkah bagi anak yang masih sekolah. Saya menjadi tulang punggung keluarga,” ujarnya sambil menahan tangis.

Menurut Erda, selama hampir 10 bulan bekerja di SPPG Sekar Biru 2, ia tidak pernah menemukan bahan makanan yang tidak layak digunakan. Seluruh bahan yang diolah, katanya, selalu dalam kondisi segar dan tidak pernah menimbulkan keluhan dari para siswa penerima manfaat.

“Alhamdulillah, anak-anak sekolah tidak pernah mengeluh. Selama 10 bulan berjalan, tidak pernah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti keracunan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Nurhayati, relawan bagian ompreng. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sangat berharap dapur MBG tersebut dapat kembali beroperasi karena penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tujuh anak yang masih menjadi tanggungannya.

Sementara itu, perwakilan yayasan pengelola SPPG Sekar Biru 2, Chyndy, mengaku terkejut menerima surat penghentian operasional sementara dari Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, selama ini operasional dapur berjalan normal, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat.

Chyndy mengatakan pihaknya akan menempuh mekanisme klarifikasi sesuai petunjuk BGN dengan menyerahkan dokumen pendukung, bukti, serta saksi yang dianggap dapat menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia berharap evaluasi dilakukan secara objektif sehingga operasional dapur dapat kembali berjalan dan para relawan dapat kembali bekerja.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *