AMKMedianews.com, Pemalang – Upaya penanganan banjir di wilayah pesisir Kabupaten Pemalang terus dipertajam. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik terdampak luapan air di Desa Pesantren, Kendalrejo, dan Mojo pada Minggu (18/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menekankan bahwa mitigasi bencana harus dimulai dari kesadaran masyarakat dalam menjaga infrastruktur lingkungan.
Kunjungan kerja ini diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wakil Bupati Nurkholes, Dandim 0711/Pemalang, Kapolres Pemalang, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang dan jajaran kepala OPD.

Bupati Anom menggarisbawahi bahwa penyumbatan drainase menjadi salah satu pemicu lambatnya air surut di pemukiman. Ia menginstruksikan warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan selokan di lingkungan masing-masing agar aliran air menuju sungai tidak terhambat.”Masyarakat harus memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan lingkungan. Drainase yang terjaga memastikan air mengalir lancar ke sungai dan tidak mampir ke pemukiman. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar jika dilakukan bersama-sama,” pesan Bupati saat berdialog dengan warga di Desa Mojo.
Selain faktor lokal, kondisi debit air di Sungai Comal juga sangat bergantung pada intensitas hujan di wilayah hulu atau daerah selatan Pemalang. Bupati berharap curah hujan di pegunungan tetap terkendali agar tidak menimbulkan banjir kiriman yang melampaui kapasitas tanggul sungai.”Harapan kita, curah hujan di wilayah selatan tidak terlalu ekstrem agar debit air Comal tetap aman. Namun, kewaspadaan adalah hal yang mutlak. Saya mengimbau warga untuk sadar lingkungan dan sadar bencana agar kita semua bisa meminimalisir dampak buruk cuaca ekstrem ini,” tambahnya.
Kegiatan monitoring ini ditutup dengan koordinasi bersama jajaran OPD untuk memastikan bantuan logistik tetap mengalir lancar dan tim teknis segera melakukan pembersihan drainase yang tersumbat di titik-titik rawan. Sinergi antara pemerintah yang tanggap dan masyarakat yang sadar lingkungan diharapkan mampu menciptakan wilayah yang lebih tangguh menghadapi tantangan cuaca.**( Rangga Firrera)

















