AMKMedianews.com, Semarang – Pemerintah Kabupaten Pemalang berhasil meraih penghargaan bergengsi Collaborative Award 2026 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam rangkaian peringatan satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (20/2/2026).
Pemalang terpilih sebagai salah satu dari enam daerah terbaik yang dinilai paling sukses mengimplementasikan kolaborasi efektif bersama Pemprov Jateng. Apresiasi ini diberikan atas capaian sinergi lintas sektoral yang mampu mempercepat pembangunan daerah sepanjang tahun 2025.
Dalam pidatonya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa pembangunan di Jawa Tengah tidak bisa bertumpu pada satu individu. Ia menggarisbawahi pentingnya pola pemerintahan kolaboratif (collaborative government) untuk memaksimalkan potensi 35 kabupaten dan kota di wilayahnya.”Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super tim untuk membangun wilayah kita. Diperlukan kerja sama yang solid antara seluruh aspek pemerintahan,” tegas Ahmad Luthfi.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras jajarannya dalam menjalin koordinasi yang harmonis dengan pemerintah provinsi.”Kami sangat bersyukur. Tepat setahun kepemimpinan Pak Luthfi dan Pak Yasin, Pemalang mendapatkan Collaborative Award. Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini,” ujar Anom Widiyantoro.
Namun, Anom mengingatkan bahwa prestasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan performa tata kelola pemerintahan ke depannya.”Penghargaan ini adalah simbol bahwa kita harus bekerja lebih keras lagi. Ini menjadi tantangan sekaligus penyemangat bagi seluruh jajaran Pemda dan masyarakat Kabupaten Pemalang,” tambahnya.
Melalui momentum ini, Pemkab Pemalang berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di “Kota Ikhlas”.**(Joko Longkeyang).

















