banner 728x250

Refleksi Setahun Luthfi-Yasin: Akselerasi Investasi di Tengah Ujian Bencana

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, SEMARANG – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memimpin Jawa Tengah pada 20 Februari 2026. Dalam kurun waktu tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil membuktikan ketangguhan ekonomi dengan mencetak rekor investasi tertinggi meski dihadapkan pada tantangan bencana alam yang beruntun.

​Tahun pertama duet Luthfi-Yasin diwarnai oleh ujian hidrometeorologi, mulai dari banjir bandang di Demak, rob di Sayung, hingga tanah gerak di Tegal. Namun, melalui pendekatan collaborative government, Pemprov Jateng mampu menjalankan penanganan bencana sekaligus menjaga roda pembangunan tetap berputar kencang.”Kami mengusung prinsip kolaborasi dengan merangkul perguruan tinggi, sektor swasta, hingga mitra internasional. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri; gotong royong adalah fondasi kebijakan kami,” ujar Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat (20/2/2026).

​Pertumbuhan Ekonomi Melampaui Nasional

​Keberhasilan kolaborasi ini tercermin dalam data makroekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan IV 2025 mencapai 5,37% (y-on-y), secara signifikan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,11%.

​Realisasi investasi sepanjang 2025 bahkan menembus angka Rp88,50 triliun, pencapaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Sektor Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp50,86 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp37,64 triliun. Investasi massal ini berhasil membuka lapangan kerja bagi 418.138 jiwa.

​Kesejahteraan dan Pengentasan Kemiskinan

​Geliat ekonomi berbanding lurus dengan turunnya angka kemiskinan. Per September 2025, angka kemiskinan di Jawa Tengah turun menjadi 9,39%, berkurang sebanyak 51,52 ribu jiwa dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

​Program-program strategis seperti Dokter Spesialis Keliling (Speling), sekolah kemitraan gratis, serta renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi kunci intervensi pemerintah terhadap kelompok rentan. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa arah anggaran akan terus difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat bawah.”Penurunan kemiskinan harus lebih masif. Kami berkomitmen memberikan akses pendidikan bagi kelompok disabilitas agar kualitas hidup masyarakat benar-benar meningkat secara merata,” tutur sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

​Magnet Investasi dan Filosofi ‘Ngopeni’

​Kinerja apik ini pun mendapat pengakuan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai magnet investasi karena kepemimpinan yang progresif dan terbuka terhadap kerja sama lintas sektor.

​Meskipun telah mengantongi sekitar 40 penghargaan sepanjang 2025, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. Ia tetap memegang teguh filosofi ngopeni (merawat) Jawa Tengah secara berkelanjutan.”Tugas melayani rakyat adalah amanah tanpa ujung. Masih ada tantangan yang harus diselesaikan, dan kolaborasi tidak boleh terhenti demi masa depan Jawa Tengah yang lebih baik,” pungkas Luthfi.**( Joko Longkeyeng).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *