banner 728x250

Pascabencana, Luthfi Jamin Kesehatan dan Sekolah Anak

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Purbalingga  – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bergerak cepat menangani dampak psikososial warga korban bencana di wilayah Purbalingga dan Pemalang. Tak hanya urusan logistik, kesehatan mental dan keberlanjutan pendidikan anak-anak di pengungsian kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi.

​Melalui program inovatif Dokter Spesialis Keliling (Speling), tim medis dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dikerahkan ke titik-titik pengungsian, salah satunya di Desa Serang. Tim ini membawa misi khusus: memastikan raga tetap bugar dan jiwa tetap tangguh menghadapi ujian alam.

​Dita Septi Aryani, Psikolog dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, mengungkapkan bahwa layanan Speling memberikan penanganan holistik. Selain pengobatan penyakit dalam oleh dokter spesialis, pihaknya fokus pada pertolongan pertama pada luka psikologis.​”Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Kami memberikan trauma healing lewat cara yang menyenangkan, seperti bernyanyi dan bermain, agar optimisme mereka kembali tumbuh,” jelas Dita saat mendampingi warga di Purbalingga, Jumat (31/1/2026).

​Saat meninjau lokasi bersama Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, Gubernur Ahmad Luthfi memberikan instruksi tegas terkait tiga aspek vital:

​Pendidikan Tak Boleh Terhenti: Luthfi meminta guru didatangkan ke pengungsian jika akses sekolah terputus. “Putra-putri Bapak Ibu harus tetap sekolah, pendidikan tidak boleh libur karena bencana,” pesannya kepada warga.

​Waspada Penularan Penyakit: Mengingat kondisi barak pengungsian yang padat, Gubernur meminta orang tua segera melapor jika anak mengalami gejala batuk atau pilek guna mencegah penularan massal.

​Percepatan Hunian: Untuk jangka panjang, Pemprov Jateng sedang mengupayakan percepatan pembangunan hunian sementara maupun tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

​Luthfi menegaskan bahwa stok obat-obatan serta bahan pangan pokok dipastikan aman dan tercukupi selama masa tanggap darurat berlangsung. Komitmen ini diambil untuk memastikan warga tetap tenang meski sedang berada di situasi sulit.( Joko Longkeyang)

 

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *