AMKMedianews.com, Pemalang – Aroma kemenyan dan gema selawat rebana menyatu dalam khidmatnya suasana di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kamis (22/1). Di lokasi Makam Pangeran Benowo, ribuan orang berkumpul bukan sekadar untuk berziarah, melainkan untuk meneguhkan kembali akar sejarah Kabupaten Pemalang yang kini genap berusia 451 tahun.

Hadir dalam barisan terdepan, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif bersama Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan jajaran Forkopimda lainnya. Kegiatan haul yang mengusung tema “Menyala, Bercahaya, Sejahtera” ini menjadi oase spiritual di tengah gegap gempita perayaan hari jadi kabupaten.
Bupati Anom Widiyantoro dalam pidatonya menegaskan bahwa Pangeran Benowo bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Beliau adalah arsitek kultural dan religius yang meletakkan fondasi kemasyarakatan di Pemalang.”Kita tidak hanya mengenang kewafatan beliau, tetapi menghidupkan kembali nilai perjuangan, kesederhanaan, dan kejujuran yang diwariskannya. Ini adalah bekal utama kita dalam membangun daerah,” tutur Bupati di hadapan sekitar 1.000 jamaah yang memadati area makam.
Bagi pemerintah daerah, usia 4,5 abad adalah cermin perjalanan panjang yang penuh tantangan. Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak melulu soal megahnya gedung, namun sejauh mana karakter dan akhlak masyarakatnya terbentuk.
Pantauan di lapangan menunjukkan harmoni yang erat antara tokoh lintas sektor. Selain Dandim, tampak hadir Ketua DPRD Pemalang Drs. Martono, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana, hingga jajaran pimpinan TNI AL dan Radar Tegal. Kehadiran para kiai dan ulama semakin memperkental nuansa religiusitas acara.
Rangkaian haul diisi dengan pembacaan tilawatil Qur’an dan mauidzoh hasanah yang menyejukkan. Momen ini dimanfaatkan jajaran pimpinan daerah untuk memohon doa restu agar Kabupaten Pemalang senantiasa dijauhkan dari marabahaya serta diberikan kemajuan yang berkelanjutan.”Harapan kami, Haul Pangeran Benowo ini menjadi penguat ukhuwah dan persatuan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai energi untuk mewujudkan Pemalang yang benar-benar BERCAHAYA,” pungkas Bupati.
Acara diakhiri dengan ramah tamah yang memperlihatkan kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya, sebuah pemandangan yang menunjukkan bahwa tradisi haul tetap menjadi perekat sosial yang ampuh di Bumi Pemalang. ( Joko Longkeyang)











