AMKMedianews.com, Pemalang – Hubungan harmonis antara pemerintah dan pers menjadi kunci suksesnya pembangunan daerah. Hal ini mengemuka dalam acara Media Gathering bertajuk “Peran Media Dalam Penyebarluasan Informasi Pembangunan Kabupaten Pemalang” yang digelar di The Winner Premier Hotel, Rabu (31/12/2025).
Dalam forum strategis yang diinisiasi oleh DPRD Kabupaten Pemalang tersebut, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyebut insan pers sebagai unsur “mediatif” yang vital dalam struktur demokrasi selain eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Bupati Anom menekankan bahwa di tengah masyarakat yang majemuk, media wajib berdiri di atas prinsip keadilan dan keberimbangan. Ia berharap produk jurnalistik tidak bersifat tendensius, melainkan mampu memberikan edukasi yang sehat bagi publik.“Media memiliki mandat besar untuk menyampaikan fakta pembangunan secara objektif. Jangan sampai kepentingan tertentu mengaburkan fungsi edukasi kepada masyarakat,” ujar Anom dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kritik, selama disampaikan secara konstruktif dan berimbang. Menurutnya, kritik adalah bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi yang sehat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati memaparkan capaian nyata dari 12 program strategis pemerintah daerah. Mayoritas program tersebut kini sudah bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Pemalang. Meski demikian, ia mengakui adanya satu program yang masih memerlukan koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah pusat.”Sebagian besar janji kerja sudah kami tunaikan dalam waktu singkat. Kami terus berkomitmen agar pembangunan ini berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bukti keseriusan dalam menggandeng media, Bupati Anom resmi mengumumkan rencana Lomba Karya Jurnalistik Pembangunan Pemalang 2025. Kompetisi ini terbuka untuk berbagai format, mulai dari tulisan, konten visual, hingga video.
Tujuan utama lomba ini adalah untuk mendorong rekan-rekan media menyajikan berita pembangunan yang komprehensif—mulai dari proses perencanaan hingga hasil nyata di lapangan. Nantinya, karya-karya terbaik akan dinilai oleh tim dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan diberikan apresiasi khusus.
Pertemuan ini ditutup dengan semangat kolaborasi yang dihadiri pula oleh jajaran Wakil Bupati, pimpinan DPRD, perwakilan Polres, Kodim, serta Kejaksaan Negeri Pemalang.( Joko Longkeyang)











