banner 728x250

Kisah Haru Mahasiswa Perantau: Gubernur Luthfi Jamin Kos dan Kuliah Tiga Provinsi!

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang – Ratusan mahasiswa perantau di Semarang yang berasal dari wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra kini memiliki jaminan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Gubernur Ahmad Luthfi secara terbuka menyatakan komitmennya sebagai ‘Bapak’ yang akan menjamin keberlangsungan studi mereka.

Luthfi menyampaikan dukungan emosional dan logistik tersebut saat bertemu mahasiswa dari Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) di Asrama Mahasiswa Aceh, Jalan Iwenisari, Tembalang, pada Senin (8/12/2025).”Anda di sini tidak sendiri, saya akan menjamin seluruh kegiatan belajar mengajar kalian. Jadi, kalian punya bapak di sini,” ujar Ahmad Luthfi, membesarkan hati para mahasiswa.

Sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa daerah asal mahasiswa, Gubernur Luthfi memastikan bantuan yang diberikan bersifat komprehensif agar mereka dapat fokus menyelesaikan pendidikan.

Bantuan yang diserahkan meliputi penanggungan biaya kos selama tiga bulan, pemberian logistik, serta memastikan kemudahan pembayaran biaya kuliah. Luthfi telah berkoordinasi dengan rektor universitas terkait untuk memberikan keringanan, yang juga akan didukung penuh oleh Pemprov Jateng.

Selain dukungan materi, Gubernur juga memprioritaskan penyediaan fasilitas komunikasi. Banyak mahasiswa yang kesulitan menghubungi keluarga di lokasi bencana karena gangguan jaringan.”Mereka yang belum bisa berkomunikasi dengan daerahnya, hari ini sudah saya komunikasikan agar ada kontak. Ini sangat penting untuk memberikan semangat mereka (mahasiswa) agar tetap tenang belajar di wilayah kita,” jelasnya.

Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS), Muhammad Haekal Halifah, mewakili mahasiswa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Luthfi. Ia membenarkan bahwa bantuan biaya kos, makanan, dan fasilitasi komunikasi dengan rektor sangat meringankan beban.

Saat ini, Haekal bersama komunitas mahasiswa Sumut dan Sumbar sedang melakukan pendataan detail. Data awal menunjukkan bahwa mahasiswa yang terdampak mencakup 107 orang dari Aceh, sekitar 200-an dari Sumbar, dan lebih dari 100 orang dari Sumut.”Dukungan dari Gubernur ini sangat membantu. Tujuan utama kami menuntut ilmu jadi tidak hilang, dan keluarga di sana pun tidak perlu terlalu khawatir memikirkan anak-anaknya di sini,” tutup Ghazza Al Hafizh Hasbi, mahasiswa asal Sumbar.( Joko Longkeyang ).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *