banner 728x250

Jateng Bidik Pemerataan Ekonomi, Sembilan Kawasan Industri Baru Siap Dibentuk

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mengakselerasi pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengusulan sembilan kabupaten dan kota sebagai kawasan industri. Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan agar tidak hanya berpusat di wilayah tertentu.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa setiap daerah memiliki potensi unik yang akan menjadi basis pengembangan industri masing-masing. Strategi ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif dan memperkuat daya saing wilayah.”Kami memetakan potensi di setiap wilayah agar pengembangan industri ini tersebar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi setelah menerima kunjungan reses Komisi VII DPR RI di Kompleks Kantor Gubernur, Semarang, Jumat (20/2/2026).

​Kesembilan wilayah yang diproyeksikan menjadi kawasan industri baru tersebut meliputi Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Batang, Demak, Brebes, Rembang, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

​Selain fokus pada sektor manufaktur berskala besar, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Saat ini, terdapat hampir empat juta unit UMKM di Jawa Tengah yang ditargetkan untuk naik kelas melalui dukungan permodalan, pendampingan teknis, dan perluasan akses pasar.”UMKM harus menjadi penggerak utama di akar rumput. Kita perlu memastikan mereka mendapatkan modal dan pembinaan agar bisa bersaing di kancah nasional maupun global,” jelasnya.

​Sektor pariwisata juga tidak luput dari perhatian. Pemprov Jateng memastikan lebih dari 1.000 desa wisata yang telah terbentuk akan terus mendapatkan pembinaan berkelanjutan, mulai dari manajemen tata kelola hingga promosi secara digital.

​Rencana ekspansi ekonomi ini mendapat apresiasi dari legislatif. Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyatakan pihaknya siap mengawal sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah guna menjaga iklim investasi.

​Yoyok menilai Jawa Tengah kini telah menjadi magnet utama investasi nasional, terutama sebagai tujuan relokasi industri dari Jakarta dan Jawa Barat. Faktor upah yang kompetitif serta ketersediaan lahan yang luas menjadi alasan kuat para investor beralih ke wilayah ini.​”Jateng adalah primadona investasi saat ini. Kami di DPR akan mendukung penuh penguatan regulasi agar integrasi antara industri besar, ekonomi kreatif, dan UMKM dapat berjalan harmonis sebagai satu rantai pasok yang tangguh,” pungkas Yoyok.**( Joko Longkeyeng).

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *