banner 728x250

Jangkau 891 Desa, Program ‘Speling’ Luthfi-Yasin Jadi Andalan Jateng

  • Bagikan
Iklan Banner Horizontal

AMKMedianews.com, SEMARANG – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memeratakan akses kesehatan di level akar rumput kian membuahkan hasil nyata. Program unggulan Dokter Spesialis Keliling (Speling), sukses menjangkau 891 desa di 398 kecamatan. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan tingkat partisipasi cek kesehatan gratis tertinggi secara nasional.

​Layanan yang menyasar warga pedesaan ini hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak dan biaya untuk menemui dokter spesialis di pusat kota.

​Menjelang setahun kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sedikitnya 88.979 warga telah merasakan langsung manfaat konsultasi medis tanpa dipungut biaya. Sebanyak 920 tim medis diterjunkan secara simultan untuk menyisir wilayah pelosok.​”Target awal kami adalah seribu desa. Hari ini, hampir 900 desa sudah terlayani melalui cek kesehatan gratis ini,” ungkap Ahmad Luthfi saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau layanan di Puskesmas Pandanaran, Semarang, Selasa (10/2). Program ini bukan sekadar pemeriksaan umum. Berdasarkan data per 9 Februari 2026, cakupan layanan spesifik meliputi:

​Skrining TBC: 39.031 pasien. Kesehatan Jiwa: 24.997 pasien.​  Ibu Hamil (ANC): 11.777 pasien. Deteksi Kanker Serviks: 4.230 pasien.

​Keberhasilan Speling berbanding lurus dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat. Hingga akhir 2025, partisipasi warga Jateng menembus 10,8 juta jiwa—posisi puncak di Indonesia.

​Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa mulai tahun 2026, program ini ditingkatkan menjadi skema pemeriksaan sekaligus pengobatan langsung di tempat. Langkah ini merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional.​”Obat langsung diberikan usai pemeriksaan. Kita ingin menjaga agar penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes tidak berlanjut ke komplikasi jantung. Masyarakat harus sehat demi produktivitas bangsa,” tegas Budi Gunadi.**( Joko Longkeyang)

Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *