AMKMedianews.com, Semarang– Menjelang genap setahun masa kepemimpinan Ahmad Luthfi sebagai Gubernur Jawa Tengah, sejumlah anggota DPRD ramai menyoroti gaya kepemimpinannya. Berbeda dengan kepala daerah lain, Luthfi dikenal jarang tampil di ruang publik untuk pencitraan, namun lebih menekankan kerja substansial yang langsung dirasakan masyarakat.
Sekretaris Fraksi PKS, Ida Nurul Farida, menilai keberhasilan program menjadi tolok ukur utama kinerja, bukan sekadar intensitas turun ke lapangan. Ia mencontohkan penurunan angka kemiskinan, pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH), pembukaan lapangan kerja, hingga insentif bagi guru agama dan pembangunan pondok pesantren. “Program itu mungkin tidak populer, tetapi manfaatnya nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (2/2).
Farida juga menambahkan, wajar jika muncul pro dan kontra di media sosial. Menurutnya, seorang pemimpin tidak mungkin memuaskan semua pihak. “Pak Luthfi lebih memilih fokus pada substansi ketimbang menanggapi komentar negatif,” katanya. Ia menekankan bahwa mayoritas program pemerintah telah berjalan sesuai rencana dengan capaian di atas 95 persen.
Apresiasi serupa datang dari Fraksi PDI Perjuangan. Legislator Messy Widiastuti menilai komunikasi antara Gubernur dan Wakil Gubernur Taj Yasin berjalan baik, terutama saat menangani bencana alam di berbagai daerah. Ia juga menyoroti program sekolah rakyat yang meringankan beban pendidikan masyarakat. “Semoga kinerja ini terus berlanjut dengan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, anggota Fraksi Golkar, Padmasari Mestikajati, mengapresiasi langkah Gubernur dalam menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana transfer pusat. Meski demikian, program perlindungan perempuan dan anak tetap berjalan, termasuk pendirian rumah perlindungan di tingkat bawah.“Kinerja tidak bisa diukur hanya dari kehadiran fisik, melainkan dari realisasi program yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Mesti juga menilai langkah Gubernur menggandeng akademisi untuk riset pencegahan bencana sebagai terobosan penting. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat penanggulangan bencana di wilayah Jawa Tengah yang kerap dilanda banjir dan longsor. **( Joko Longkeyang)?

















