Pemalang|amkmedianews.com-Lapangan Olahraga Sendekala, Desa Mejagong, Minggu (8/2/2026), menjadi saksi hidupnya pesta sepakbola rakyat. Turnamen Fourfeo Mejagong 2026 berlangsung meriah di bawah cuaca cerah, sebuah pemandangan yang terasa istimewa mengingat dalam beberapa hari terakhir hujan kerap turun hampir setiap sore. Langit seakan berpihak, memberi ruang bagi olahraga, hiburan, dan kebersamaan warga.

Sejak awal pertandingan hingga peluit akhir, atmosfer lapangan dipenuhi antusiasme. Ratusan penonton memadati sisi lapangan, menjadikan pertandingan ini sebagai hiburan sore yang dinanti. Sorak sorai, tepuk tangan, dan teriakan dukungan mengalir tanpa henti, menghidupkan Sendekala sebagai ruang publik yang hangat dan penuh energi.
Empat tim terbaik tampil dengan semangat tinggi dan permainan atraktif. Persaingan berlangsung ketat, menguji strategi, stamina, dan mental para pemain.
Hasil akhir menobatkan LDR FC sebagai Juara 1, berkat permainan solid dan konsistensi sejak laga awal. Karpu FC keluar sebagai Juara 2, menunjukkan disiplin dan daya juang yang kuat. Lampor FC mengamankan posisi Juara 3, sementara Aredu FC meraih Juara Harapan, dengan penampilan yang tetap menjanjikan dan penuh semangat hingga laga terakhir.
Fourfeo Mejagong bukan sekadar turnamen, melainkan panggung kebersamaan. Lapangan Sendekala menjelma ruang hiburan rakyat, tempat warga melepas penat, bersilaturahmi, dan merayakan sportivitas. Di tengah cuaca cerah yang jarang terjadi belakangan ini, sepakbola menjadi bahasa pemersatu yang menghadirkan senyum dan kebanggaan.
Turnamen ini menegaskan satu hal: ketika olahraga dikelola dengan semangat kolektif, ia mampu menghadirkan tontonan berkualitas sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Stadion Sendekala kembali bergemuruh, dan sepakbola Mejagong menorehkan cerita yang patut dikenang.

















