AMKMedianews.com, Pemalang – Langkah konkret dalam memperjuangkan hak-hak pekerja maritim kembali bergelora di Kabupaten Pemalang. Wakil Ketua DPRD Pemalang, H. Aris Ismail, S.A.P., secara resmi menghadiri prosesi pengukuhan pengurus Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Laskar Pelaut Sejahtera (LPS) di Balai Rakyat Gedung DPRD Pemalang, Sabtu (7/3/2026).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya sekadar pelantikan pengurus, namun juga dibarengi dengan diskusi publik bertajuk “Solidaritas Pelaut Migran Pemalang, Pelindungan & Penegakan Hukum Internasional”. Forum ini menjadi wadah krusial bagi para pelaut dan masyarakat peduli isu maritim untuk membedah tantangan pekerja migran di luar negeri.
Dalam sambutannya, Aris Ismail mengapresiasi terbentuknya kepengurusan Serikat Pelaut LPS. Ia menilai kehadiran organisasi ini sangat vital sebagai jembatan aspirasi bagi para pahlawan devisa yang bertaruh nyawa di samudra lepas.”Alhamdulillah, pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah ruang silaturahmi dan konsolidasi gagasan antara pelaut, masyarakat, dan seluruh elemen terkait guna memperkuat posisi tawar para pekerja migran kita,” ujar Aris, yang juga dikenal sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila dan pimpinan DPRD Kabupaten Pemalang
Politisi Golkar ini menekankan bahwa diskusi publik yang digelar merupakan langkah strategis untuk memperjuangkan keadilan hukum bagi pelaut asal Pemalang. Menurutnya, kepastian hukum di level internasional adalah harga mati untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan mereka.
Ia berharap, di bawah kepengurusan yang baru, Serikat Pelaut LPS mampu menjadi garda terdepan dalam mengawal hak-hak pekerja migran.”Semoga kepengurusan yang baru ini semakin solid dan kompak. Kita ingin para pelaut migran asal Pemalang merasa aman karena ada organisasi yang kuat yang senantiasa memperjuangkan hak-hak mereka,” pungkasnya.
Dengan semangat solidaritas yang dibangun, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata pada peningkatan standar perlindungan hukum bagi pelaut Indonesia di mata dunia.**( Joko Longkeyang).

















