Emsatunews.co.id, Pemalang – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah perbukitan Pemalang kembali memicu bencana. Rumah milik Waryanto (61), warga Dukuh Sindu, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang material longsor dari tebing di belakang huniannya, Jumat (6/2/2026) petang.
Musibah ini bermula saat hujan lebat mengguyur wilayah Watukumpul sejak pukul 14.30 WIB. Akibat debit air yang melimpah, kondisi tanah tebing menjadi tidak stabil. Puncaknya, pada pukul 17.00 WIB, tebing tersebut runtuh dan materialnya menghantam dinding ruang keluarga serta kamar tidur rumah korban.
Babinsa Desa Jojogan, Serka Sumanto, yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi. “Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan penghuni. Untuk sementara, rumah dikosongkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan jika ada longsor susulan,” ujar Serka Sumanto saat berkoordinasi dengan Ketua RT setempat.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp20 juta. Tembok ruang tamu dan kamar tidur dilaporkan jebol, serta sejumlah perabot rumah tangga mengalami kerusakan akibat tertimbun tanah.
Langkah nyata ditunjukkan pada Sabtu pagi (7/2/2026). Sejak pukul 06.10 WIB, Serka Sumanto bersama personel Koramil 12/Watukumpul dan warga sekitar bahu-membahu melaksanakan karya bakti. Dengan semangat gotong royong, material tanah yang menimbun rumah Waryanto dibersihkan secara manual agar rumah tersebut dapat segera diperbaiki.
Danramil 12/Watukumpul telah melaporkan kejadian ini kepada Kodim 0711/Pemalang serta instansi terkait guna penanganan lebih lanjut. Masyarakat di zona rawan perbukitan diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan durasi lama di sore hari.( Rangga Firrera).

















