AMKMedianews.com, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat menyusul laporan dugaan keracunan yang menimpa seorang siswa TK Pertiwi Kartika Sari di Desa Blendung. Mulai Jumat (13/3/2026), operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumirejo resmi dibekukan untuk kepentingan penyelidikan.
Langkah ini diambil guna menjamin keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas daerah. Investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk membedah penyebab insiden yang terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 tersebut.
Sanksi Tegas bagi Pelanggar SOP
Wakil Bupati Pemalang sekaligus Ketua Satgas MBG, Nurkholes, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung dapur SPPG Bumirejo. Ia menegaskan tidak akan menoleransi kelalaian dalam proses pengolahan makanan bagi masyarakat.”Aktivitas distribusi makanan dihentikan total per hari ini. Kami sedang melakukan investigasi mendalam selama dua hingga tiga hari ke depan. Jika ditemukan pelanggaran SOP, kami tidak akan ragu menutup dapur ini secara permanen,” tegas Nurkholes dengan nada bicara serius.
Pemkab juga membuka ruang pengaduan bagi warga jika menemukan dapur penyedia gizi yang tidak memenuhi standar kebersihan. Menurut Nurkholes, melindungi kesehatan penerima manfaat adalah hukum tertinggi dalam program ini.
Hasil Laboratorium Dinanti dalam Dua Hari
Terkait kondisi kesehatan korban, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang mengonfirmasi bahwa keadaan siswa tersebut berangsur pulih. Meskipun demikian, tim medis tetap melakukan prosedur pengujian laboratorium terhadap sampel sisa makanan dan cairan muntahan korban.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pemalang, dr. Tettie Aidawati, menyebutkan ada beberapa variabel yang sedang ditelusuri.”Korban sempat sakit selama dua hari sebelum kejadian. Namun, untuk memastikan apakah faktor makanan dari dapur SPPG atau kondisi fisik korban, kita harus menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan keluar dalam dua hari,” jelasnya.
Insiden ini menjadi sinyal kuat bagi Pemkab Pemalang untuk memperketat monitoring terhadap seluruh unit pelayanan gizi di wilayahnya agar kejadian serupa tidak mencederai visi program Makan Bergizi Gratis.**( Joko Longkeyang).

















