AMKMedianews.com, Pemalang – Gelombang mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mengalami lonjakan drastis. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengoperasikan Posko Terpadu Lebaran mulai Jumat (13/3/2026). Posko ini disiapkan sebagai pusat kendali untuk memastikan jutaan warga yang pulang kampung merasa aman dan terlayani dengan baik.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa seluruh elemen pengamanan harus siaga tanpa jeda. Fokus tahun ini tidak hanya terpaku pada kemacetan, namun juga mencakup mitigasi bencana alam dan pengawasan ketat di pusat-pusat keramaian.
Pusat Informasi dan Penanganan Darurat
Posko yang bermarkas di Kantor Dinas Perhubungan Jateng ini menjadi integrator data dari berbagai wilayah. Petugas akan memantau segala kemungkinan, mulai dari kendala teknis kendaraan pemudik, kondisi kesehatan, hingga gangguan cuaca ekstrem seperti tanah longsor di titik-titik rawan.”Kita siapkan pelayanan ekstra. Posko ini bertugas memvalidasi data secara cepat agar keputusan di lapangan, seperti pengalihan arus atau penanganan kecelakaan, bisa dilakukan seketika,” jelas Ahmad Luthfi saat memberikan arahan.
Peningkatan Fasilitas Berdasarkan Evaluasi
Belajar dari pengalaman tahun 2025, pemerintah melakukan pembenahan masif. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian meliputi:
Optimalisasi Rest Area: Penambahan toilet umum dan perluasan kantong parkir guna mengurangi antrean di bahu jalan tol.
Penerangan Jalur Selatan: Pemasangan rambu portabel dan tambahan lampu jalan di rute selatan yang dikenal masih minim cahaya.
Digitalisasi Pemantauan: Masyarakat kini dapat memantau arus lalu lintas secara langsung melalui aplikasi dan 10 titik CCTV yang tersebar di kabupaten/kota.
Keselamatan Petugas dan Penumpang
Meski tuntutan pelayanan sangat tinggi, Ahmad Luthfi mengingatkan agar aspek keselamatan petugas tidak terabaikan. Menurutnya, personel yang bugar dan nyaman dalam bekerja adalah kunci pelayanan publik yang maksimal.
Di sisi lain, pengawasan transportasi umum juga diperketat. “Instruksi saya jelas, lakukan pemeriksaan kelayakan atau ramp check pada setiap armada bus di terminal. Kita tidak ingin ada kendala teknis yang membahayakan nyawa penumpang,” tambahnya.
Kepala Dishub Jateng, Arief Djatmiko, memperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 17,7 juta orang, meningkat 30% dari tahun lalu. Untuk mengawal angka tersebut, personel gabungan dari Polri, Basarnas, hingga BMKG dikerahkan dalam tiga pembagian giliran kerja guna menjamin pengawasan nonstop hingga 30 Maret mendatang.**( Joko Longkeyang).

















